Repelita [Jakarta] - Kegagalan skuad nasional Tango merengkuh trofi juara dunia usai takluk dari tim Matador memicu gelombang kerusuhan massal di jantung ibu kota.
Duel puncak penentuan gelar sejagat yang dihelat di New York New Jersey Stadium Amerika Serikat tersebut berkesudahan dengan skor tipis satu gol tanpa balas.
ADVERTISEMENT
Pusat keramaian Obelisco yang lazimnya menjadi titik euforia kemenangan mendadak berubah menjadi arena bentrokan fisik antara massa suporter dan aparat keamanan.
Petugas kepolisian terpaksa melepaskan tembakan gas air mata serta mengerahkan kendaraan taktis pengurai massa demi meredam amuk penonton yang beringas.
Tindakan represif tersebut diambil setelah para pendukung yang kecewa mulai melemparkan botol kaca serta berbagai objek keras ke arah barikade petugas.
Aparat penegak hukum berhasil mengamankan sedikitnya lima belas orang provokator yang diduga menjadi dalang di balik pecahnya kericuhan malam itu.
Sebelumnya, jalannya pertandingan final berlangsung sangat ketat hingga kedua kubu gagal memecah kebuntuan sepanjang waktu normal dua kali empat puluh lima menit.
Laga terpaksa dilanjutkan melalui babak tambahan waktu guna mencari pemenang setelah papan skor tetap menunjukkan angka imbang kacamata.
Gol penentu kemenangan lahir pada menit ke-106 lewat kaki pemain pengganti Ferran Torres yang sukses memanfaatkan celah rapuh lini belakang lawan.
Hasil akhir tersebut mengantarkan Spanyol menyabet gelar kampiun dunia untuk kedua kalinya sekaligus mengawinkan prestasi usai menjuarai Piala Eropa sebelumnya.
Pelatih kepala kesebelasan Amerika Selatan, Lionel Scaloni, tetap menyampaikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan gigih anak asuhnya meski gagal mempertahankan takhta.
"Saya merasa sedih saat ini."
"Namun rasa terima kasih saya besar untuk mereka."
"Mencapai final butuh usaha yang luar biasa," ujar Scaloni pasca pertandingan.
Dirinya mengimbau publik agar tidak menyikapi kegagalan tersebut secara berlebihan serta tetap menghargai konsistensi tim selama empat tahun belakangan.
"Harus sama hebat saat kalah seperti saat menang."
"Ingat semua yang telah diperjuangkan."
"Mereka telah memberikan segalanya di atas lapangan," tambahnya.
Pihak berwenang setempat terus memperketat pengamanan di berbagai sudut kota guna memastikan situasi kembali kondusif dan mencegah susulan kekacauan(*)
Editor: 91224 R-ID Elok