Berita, Viral Sosmed

Kehadiran Tokoh Politik di Daerah Bencana Disorot, Netizen Pertanyakan Respons Cepat Presiden Prabowo

Repelita.id

22 August 2026 18:08 WIB

Kehadiran Tokoh Politik di Daerah Bencana Disorot, Netizen Pertanyakan Respons Cepat Presiden Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pergerakan sejumah tokoh politik nasional yang turun langsung menyalurkan bantuan bencana alam ke wilayah Nusa Tenggara Timur dan Aceh menjadi sorotan hangat netizen di ruang digital.

Langkah cepat figur-figur tersebut membuat publik membandingkan respons kepemimpinan nasional dalam menangani musibah besar di tanah air.

ADVERTISEMENT

"- Terpantau Pak Ganjar ke NTT. Dari Banja-Ruteng-Ngada-Nagekeo, naik mobil berhari-hari - Terpantau Pak Anies masih bolak-balik ke Aceh untuk penyaluran bantuan dan lagi open donasi untuk NTT. - Pak Prabowo where are u? Perasaan dulu di era Pak SBY dan Pak Jokowi kalau ada bencana besar. Langsung konferensi pers deh. Kok yang sekarang diam2 aja?? BUT ANYWAYYY INI BUKAN SOAL GANJAR, ANIES, ATAU PRABOWO. INI SOAL NEGARA HADIR KETIKA RAKYAT SEDANG TERTIMPA BENCANA" tulis @chaerinapd dalam unggahannya.

Pemilik akun media sosial tersebut menilai kehadiran fisik serta kepekaan para tokoh di lapangan jauh lebih berarti ketimbang perdebatan mengenai motif politik.

"Terserah juga kalau ada yang menyebutnya pencitraan. Pencitraan model begini setidaknya butuh effort: datang ke lokasi, melihat langsung kondısı korban, membawa bantuan, dan berhadapar dengan warga yang sedang kehilangan rumah serta tempat tinggalnya. Karena dalam situasi bencana, aksi nyata dan aksi cepat di lapangan jauh lebih dibutuhkan daripada perdebatan soal atribut politik. Siapa pun yang datang membawa bantuan dan kepedulian patut diapresiasi." tambah @chaerinapd menjelaskan.

Kritik tajam turut diarahkan pada kecepatan serta kejelasan komunikasi jajaran kepresidenan dalam merespons penderitaan korban bencana.

"Dan jangan buru-buru jawab, "Pemerintah kan sudah mengirim bantuan dan ribuan personel." Ya, bantuan memang dikirim dan lebih dari 3.500 personel TNI-Polri dikerahkan. Tapi pertanyaannya bukan sekadar ada atau tidak ada bantuan. Pertanyaannya: seberapa cepat negara menunjukkan sense of urgency, seberapa jelas komunikasi presidennya, dan seberapa kuat kepemimpinan nasional terasa oleh korban di lapangan?" tegas @chaerinapd dalam lanjutannya.

Netizen juga menyayangkan lambatnya koordinasi pihak kementerian serta menganggap alasan teknis istana sebagai wujud minimnya rasa empati.

"Padahal, jika mau berpikir pragmatis, kehadiran Presiden disana dpt digunakan utk mendongkrak citra Presiden yg sedang longsor. Kejadian di NTT murni adanya bencana alam bukan spt saat banjir bandang di Aceh dan Sumatera Utara yg diakibatkan olh keputusan politik akibat adanya deforestasi. Saya rasa omongan Mensesneg terkait perlu adanya persiapan yg dilakukan itu bullshit! Inilah pentingnya bagaimana pemimpin negara memiliki nurani." tulis @chaerinapd menumpahkan kritikkannya.

Keheningan lingkaran kekuasaan dinilai sebagai bentuk ketidakmampuan membaca situasi krisis humaniter oleh jajaran istana negara.

"Toh klo Presiden bisa mikir dg pendekatan pragmatis, dia justru bisa memoles citranya sbg Presiden yg peduli dg rakyat dan membanjiri media sosial dg konten kedatangan Presiden di lokasi bencana. Sayangnya, baik scr pragmatis maupun kemanusiaan, lingkaran kekuasaan yg dikomandoi Presiden justru tdk bisa membacanya atau jangan-jangan memang tdk peduli saja!." cetus @chaerinapd menyampaikan analisisnya.

Respons publik diakhiri oleh teguran tajam pengguna media sosial terhadap pihak-pihak yang membela keabsenan pimpinan tertinggi negara di lokasi musibah.

"banyak yg membela dg berkalimat : Lah, Anda harusnya hadir juga dong ke daerah bencana. Please yaa.. Prabowo tu PRESIDEN! mikir lah" tulis @cloud9dy menutup pembicaraan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung