Berita, Timur Tengah

Ke Mana Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Kenapa Hilang Misterius di Tengah Konflik?

Repelita.id

22 April 2026 18:56 WIB

Ke Mana Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Kenapa Hilang Misterius di Tengah Konflik?
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Publik Iran masih dibiarkan bertanya-tanya tentang keberadaan pemimpin tertinggi mereka, Mojtaba Khamenei, yang hilang secara misterius.

Sejak diumumkan sebagai pengganti ayahnya yang tewas dalam serangan AS-Israel, sosok Mojtaba belum pernah terlihat atau terdengar langsung oleh rakyatnya.

ADVERTISEMENT

Pernyataan yang mengatasnamakan pria 56 tahun itu hanya dibacakan di televisi atau menggunakan video hasil kecerdasan buatan.

Kondisi ini sangat kontras dengan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang selama puluhan tahun menjadi wajah vokal Iran.

Lalu, ke mana sebenarnya Mojtaba Khamenei dan mengapa ia menghilang secara misterius di tengah konflik yang mengancam eksistensi rezim?

Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, Ali Vaez, menilai bahwa Mojtaba kemungkinan besar tidak dalam kondisi yang memungkinkan untuk mengambil keputusan strategis.

"Tampaknya Mojtaba tidak dalam keadaan di mana ia benar-benar dapat membuat keputusan kritis atau mengelola rincian pembicaraan secara mikro," kata Vaez.

Para pengamat menilai sistem yang ada saat ini sengaja menggunakan nama besar Mojtaba sebagai tameng politik.

Tujuannya adalah untuk melindungi para pejabat yang sedang bernegosiasi dengan pihak Barat dari kritik internal.

Vaez menambahkan bahwa langkah menonjolkan keterlibatan Mojtaba adalah taktik untuk meredam kritik dari internal pemerintahan.

"Sistem ini sengaja menonjolkan keterlibatan Mojtaba karena hal itu memberikan perisai pelindung terhadap kritik internal," lanjutnya.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah mengalami perubahan rezim secara drastis.

Trump menyebut bahwa AS kini berurusan dengan delegasi Iran yang lebih kooperatif daripada sebelumnya.

Namun, ketidakpastian mengenai siapa pemegang kendali utama tetap menyulitkan proses negosiasi.

Pakar Iran di Institut Studi Keamanan Nasional Israel, Danny Citrinowicz, menyebut sistem politik Iran kini jauh lebih rumit.

"Iran menghadapi sistem yang makin terdesentralisasi, garis keras, dan kaku secara ideologis," tulis Citrinowicz.

Ali Vaez menegaskan bahwa posisi Mojtaba yang tersembunyi justru sangat berguna bagi para politisi veteran Iran.

"Menghubungkan pandangan kepadanya meskipun ia tidak selalu setuju adalah perlindungan yang baik bagi negosiator Iran," tutup Vaez.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung