Berita, Nasional

KBRI Canberra Ungkap Sistem UTS College, Dokumen Pendidikan Gibran Tak Tercatat di Arsip Kedutaan

Repelita.id

04 October 2026 14:36 WIB

KBRI Canberra Ungkap Sistem UTS College, Dokumen Pendidikan Gibran Tak Tercatat di Arsip Kedutaan
Foto: Istimewa

Teks ini sudah berbahasa Indonesia. Saya menerjemahkan istilah-istilah bahasa Inggris ke bahasa Indonesia sekaligus merapikan bagian yang kurang jelas, tanpa mengubah substansi.

Repelita Jakarta - Atase Pendidikan KBRI Canberra Yuli Rahmawati memaparkan sistem pendidikan Australia beserta ketentuan UTS College dalam sidang Mahkamah Konstitusi terkait status ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Jumat, 2 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Penjelasan tersebut disampaikan Yuli Rahmawati saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim Mahkamah Konstitusi.

Sistem pendidikan di Australia dimulai dari tingkat sekolah dasar kemudian dilanjutkan ke tingkat sekolah menengah.

Setelah itu, siswa memiliki pilihan menyelesaikan sekolah menengah atas kelas 11 dan 12 atau melanjutkan ke pendidikan vokasi serta program jalur masuk yang mencakup sertifikat persiapan dan diploma.

UTS College yang sebelumnya dikenal sebagai Insearch Limited kini diakui sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan nomor penyedia dan kode registrasi CRICOS yang berlaku hingga 2032.

Beberapa program di lembaga tersebut telah memperoleh akreditasi, mulai dari diploma hingga sertifikat pascasarjana di berbagai bidang.

Program yang tersedia di UTS College meliputi Program Studi Persiapan UTS, diploma, program bahasa Inggris, Cambridge International, serta program pra-magister.

Setiap program memiliki tujuan, jangka waktu, dan jalur yang berbeda menuju gelar sarjana di University of Technology Sydney.

Persyaratan masuk untuk masing-masing program berbeda, terutama bagi calon mahasiswa internasional, baik dari sisi kemampuan bahasa Inggris maupun akademik.

Bagi siswa Indonesia yang ingin masuk program persiapan, dibutuhkan kelulusan kelas 11 dengan nilai minimal 60 persen.

Sementara untuk program diploma diperlukan kualifikasi A Levels atau setara dengan lulusan SMA kelas 3.

Kurikulum di UTS College mencakup mata kuliah Bahasa Inggris Akademik, matematika, bisnis, serta mata kuliah terkait bidang studi yang dipilih.

“Jika seseorang dinyatakan lulus, maka di setiap jenjang memiliki prasyarat dari tes tertentu yang merupakan informasi mengenai nama, tanggal, dan nama program. Selain itu, transkrip memuat seluruh mata kuliah dan nilai yang diperoleh,” ujar Yuli Rahmawati kepada hakim Mahkamah Konstitusi.

Sedangkan untuk program persiapan, peserta akan memperoleh sertifikat dan transkrip yang diberikan setelah menyelesaikan studi, termasuk informasi terkait kelulusan.

Untuk program bahasa Inggris, peserta menerima sertifikat penyelesaian program beserta transkrip nilai.

Keterangan Yuli Rahmawati mengenai sistem pendidikan Australia dan UTS College ini disampaikan dalam video yang diunggah kanal YouTube Harian Surya.

Terkait dokumen pendidikan Gibran di Australia, pihak KBRI Canberra menyatakan tidak memiliki arsip, baik dalam bentuk fisik maupun digital, mengenai pengajuan atau proses pendidikan yang diikuti.

Tidak ada permohonan yang tercatat dari Gibran dalam arsip kedutaan.

Penjelasan tersebut menutup keterangan Yuli Rahmawati di hadapan majelis hakim Mahkamah Konstitusi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung