Repelita Jakarta - Kasus tudingan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah berlangsung berbulan-bulan hingga kini tak kunjung tuntas, dengan analis politik Saiful Huda Ems menilai bahwa berlarutnya perkara ini bukan kesalahan aparat kepolisian atau para penggugatnya melainkan karena ulah Jokowi sendiri.
“Karena Jokowi sampai saat ini tidak mau menunjukkan ijazah aslinya. Jadi Jokowi sendiri yang bikin runyam masalah ijazahnya,” kata Saiful melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Ahad (29/3/2026).
ADVERTISEMENT
Menurut Saiful, publik meyakini bahwa ijazah Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang selama ini digunakan Jokowi untuk mengikuti Pilkada Solo, Pilkada Jakarta, dan Pilpres adalah dokumen palsu.
“Kecuali oleh orang yang sudah dapat parcel,” kata Saiful menambahkan sindiran terkait keyakinan publik yang masih percaya pada keaslian ijazah tersebut.
Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, terdiri atas Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dr Tifauziah Tyassuma alias dokter Tifa, serta Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.
Khusus Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah memperoleh Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), sementara Rismon Hasiholan Sianipar sudah mengajukan restorative justice kepada pihak penyidik.
Hingga saat ini Jokowi belum pernah menunjukkan secara terbuka ijazah asli yang menjadi polemik panjang di tengah masyarakat, sementara delapan tersangka terus menjalani proses hukum dengan status yang berbeda-beda.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok