Berita, Viral Sosmed

Kapolri Bongkar Pabrik Sabu Raksasa 1,2 Ton Di Aceh Yang Dikendalikan Ahli Kimia Sindikat Internasional

Repelita.id

23 October 2026 22:55 WIB

Kapolri Bongkar Pabrik Sabu Raksasa 1,2 Ton Di Aceh Yang Dikendalikan Ahli Kimia Sindikat Internasional
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Aparat penegak hukum berhasil membongkar pengoperasian sebuah pabrik gelap berskala raksasa yang memproduksi narkotika golongan satu jenis sabu di wilayah Provinsi Aceh.

ADVERTISEMENT

Fasilitas ilegal dengan kapasitas produksi masif tersebut kedapatan dikendalikan langsung oleh tenaga ahli kimia profesional yang berada di bawah kendali sindikat narkoba internasional.

Kapolri sekaligus Kepala BNN Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto terpantau turun langsung guna meninjau lokasi tempat kejadian perkara penggerebekan pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2026.

Lokasi pabrik tersembunyi yang memanfaatkan kategori laboratorium gelap tersebut berada di wilayah administrasi Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

Keterangan tertulis seputar detail jalannya operasi penggerebekan berskala nasional ini sebelumnya disebarluaskan oleh salah satu akun media sosial berbasis teks dan dokumentasi visual.

Unggahan bermuatan draf rincian kronologi penindakan hukum terhadap barang haram tersebut pertama kali dipublikasikan oleh nama akun @faktisme melalui postingan terbarunya.

Berdasarkan penjelasan resmi dari Jenderal Suyudi, pabrik rahasia ini diketahui memiliki kapasitas produksi yang sangat mengerikan karena mampu menghasilkan hingga 500 kilogram sabu sekali jalan.

Melalui pergerakan tim gabungan bentukan unsur TNI-Polri serta jajaran instansi pemerintah daerah, total keseluruhan komoditas barang bukti yang berhasil disita petugas menyentuh 1,2 ton bruto.

Lembaga penegak hukum menguraikan rincian data aset sitaan berupa 500 kilogram sabu kristal siap edar, 20 drum sabu cair, 60 kaleng bahan baku titan pro, serta 3 unit mesin cuci.

Peranti elektronik mesin cuci tersebut secara teknis dimanfaatkan oleh para pelaku kriminal untuk melakukan fungsi agitasi alias pemisahan zat kimia beracun selama proses pembuatan.

Jenderal Suyudi mengungkapkan bahwa operasi jaringan sindikat lintas negara Tiongkok–Malaysia–Indonesia ini dijalankan dengan mekanisme produksi yang terstruktur melalui 6 tahapan teknis.

Pola pembuatan komoditas adiktif tersebut dimulai dari fase homogenisasi bahan baku, pemanasan, pendinginan, hingga menyentuh tahap akhir berupa proses pengeringan vakum di dalam laboratorium.

"Pengungkapan laboratorium ini adalah pukulan telak bagi jaringan internasional dan juga alarm keras untuk kita semua... Pengungkapan laboratorium gelap ini, tentunya menjadi sebuah pesan yang penting bahwa narkotika ada di sekitar rumah kita. Untuk itu mari kita bergandengan tangan bersama-sama," tegas Jenderal Suyudi pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Pimpinan Korps Bhayangkara tersebut mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat luas, terutama bagi para pemilik hunian sewa seperti rumah kos dan kontrakan untuk memperketat pengawasan.

Masyarakat sipil diimbau untuk selalu waspada serta menaruh rasa curiga terhadap segala bentuk aktivitas asing yang mencurigakan di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

Draf laporan penggerebekan pabrik barang terlarang ini seketika membanjiri lini masa serta memancing atensi yang sangat masif dari para pengguna internet domestik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung