Repelita Jakarta - Keberadaan armada militer di kawasan pusat kegiatan mahasiswa Universitas Udayana sempat memicu kehebohan warga net setelah rekaman dokumentasinya tersebar luas.
ADVERTISEMENT
Respons resmi atas kegaduhan informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Penerangan Kodam IX Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution melalui keterangan pers tertulisnya.
Dalam rilis tersebut Kolonel Inf Amrizal Nasution memaparkan bahwa pengerahan pansus lapis baja jenis APS-3 buatan dalam negeri itu ditujukan untuk menunjang kelancaran misi kedinasan.
Kolonel Inf Amrizal Nasution menerangkan tujuan operasional kesatuan tempur dengan menyatakan benar ranpur anoa tersebut merupakan kendaraan yang disiapkan untuk mendukung tugas pengamanan vvip.
Ia merinci bahwa pemilihan lokasi parkir sekira jam sepuluh pagi hari Rabu tanggal dua puluh satu Oktober tahun dua ribu dua puluh enam merupakan opsi darurat taktis lapangan.
Keterangan itu diperjelas lewat ucapan kendaraan tersebut ditempatkan di area kampus karena lokasi pos pengamanan yang dituju tidak memiliki area parkir yang memadai Selain itu lokasi kampus relatif dekat dengan titik pengamanan.
Amrizal menambahkan kalau kesiapsiagaan taktis itu telah mengantongi izin resmi satpam serta dosen pendidik lewat ucapan penempatan tersebut dilakukan setelah memperoleh izin dari petugas keamanan satpam dan dosen universitas udayana.
Langkah preventif pengawalan darat ini dikerahkan menjelang kunjungan kerja Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming ke wilayah Karangasem pada hari Jumat tanggal dua puluh tiga Oktober.
Masyarakat diimbau tetap tenang menghadapi simpang siur narasi digital dan selalu merujuk pada pernyataan berkekuatan hukum dari otoritas komando wilayah militer demi akurasi berita. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok