Berita, Internasional

Kanselir Jerman Friedrich Merz Sebut Tarif Donald Trump Pukulan Telak bagi Uni Eropa

Repelita.id

05 May 2026 22:50 WIB

Kanselir Jerman  Friedrich Merz Sebut Tarif Donald Trump Pukulan Telak bagi Uni Eropa
Foto: Istimewa

Repelita Berlin - Kanselir Jerman Friedrich Merz dengan tegas menyatakan bahwa kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump merupakan sebuah pukulan telak yang ditujukan tidak hanya kepada Jerman, tetapi kepada seluruh kawasan Eropa secara kolektif .

Trump sebelumnya mengumumkan rencana pemberlakuan tarif sebesar 25 persen terhadap komoditas mobil dan truk impor asal Uni Eropa yang mulai berlaku pada pekan ini dengan alasan bahwa kawasan Eropa dinilai gagal memenuhi kesepakatan perdagangan sebelumnya dengan Amerika Serikat .

ADVERTISEMENT

Wawancara dengan stasiun penyiaran ARD yang berlangsung pada hari Senin, 4 Mei 2026, menjadi ajang bagi Merz untuk menyampaikan bahwa Presiden Trump benar-benar bermaksud memberikan tekanan ekonomi yang signifikan terhadap negara-negara di benua Biru .

Meskipun mengakui adanya pukulan tersebut, Kanselir Jerman itu tidak ingin melebih-lebihkan situasi yang terjadi dan menjelaskan bahwa keputusan kontroversial dari Washington tersebut lahir karena rasa frustrasi yang mendalam .

" Saya kira ia (Trump) mulai kehilangan kesabaran, karena kami sebenarnya telah mencapai kesepakatan bea cukai dengan Amerika pada bulan Agustus tahun lalu," ujar Merz dalam wawancara tersebut .

Merz mengakui bahwa hingga saat ini pihak Uni Eropa belum juga menandatangani kesepakatan yang telah disepakati bersama dan terus-menerus mengajukan syarat-syarat baru yang memberatkan .

Ia menegaskan bahwa pihak Amerika Serikat sudah siap melaksanakan kesepakatan, tetapi pihak Eropa belum, sehingga ia berharap ada keputusan cepat untuk menemukan solusi terbaik bagi kedua belah pihak .

Merz mengatakan akan memanfaatkan sejumlah kesempatan untuk membahas isu perdagangan ini secara langsung dengan Trump pada tahun 2026, termasuk dalam pertemuan G7 di Perancis pada bulan Juni mendatang .

Hubungan perdagangan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat selama beberapa tahun terakhir memang terus berada dalam kondisi tegang setelah Washington memberlakukan tarif terhadap baja dan aluminium asal Eropa yang kemudian dibalas dengan langkah serupa oleh Brussels .

Kebijakan proteksionis terbaru Trump ini memicu kekhawatiran besar di kawasan Eropa terkait potensi peningkatan konflik perdagangan yang lebih luas serta dampaknya yang akan dirasakan langsung oleh sektor industri manufaktur dan tingkat penyerapan tenaga kerja di berbagai negara anggota .

Pekan lalu, Kanselir Jerman itu merayakan satu tahun masa jabatannya di tengah memburuknya hubungan transatlantik yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa dekade terakhir .

Merz mengakui dan menyetujui analisis bahwa kompleksitas dan tekanan yang dihadapi koalisinya saat ini disebabkan oleh ulah Trump yang semena-mena, sehingga ia memutuskan untuk bersikap tidak terlalu mengandalkan hubungan dengan Amerika Serikat .

Ia secara terbuka memperingatkan bahwa era ketergantungan penuh Eropa terhadap kekuatan militer AS untuk melindungi keamanan kawasan sekarang ini harus segera berakhir .

Pernyataan Kanselir Jerman ini semakin menegaskan bahwa hubungan dagang antara dua raksasa ekonomi dunia tengah memasuki fase kritis yang berpotensi memicu perang dagang skala besar yang akan merugikan semua pihak yang terlibat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung