Repelita Jakarta - Pernyataan Kamala Harris mengenai Donald Trump kembali beredar dan menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Unggahan tersebut dibuat akun @yagirlkat melalui Threads pada Senin, 21 September 2026, dengan menyertakan potongan pernyataan Harris dari masa kampanye Pilpres Amerika Serikat 2024.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut Harris telah memperingatkan masyarakat Amerika mengenai Trump dan kekhawatirannya terhadap penggunaan kekuasaan tanpa batas.
"Kamala Harris warned America and every word still hits hard. She told us exactly who Donald Trump was, what he intended to do, and how dangerous unchecked power would be 🇺🇸", tulis akun @yagirlkat.
Akun tersebut kemudian menambahkan penilaiannya bahwa peringatan Harris bukan sebuah pernyataan yang berlebihan.
"She wasn’t exaggerating 🤷🏾♀️ She was sounding the alarm 🚨", tulis akun @yagirlkat.
Unggahan itu juga disertai tagar #KamalaHarris dan #SheWarnedUs serta potongan lain dari pernyataan Harris.
Dalam materi berikutnya, akun @yagirlkat mengutip pernyataan Harris yang disampaikan pada 17 Oktober 2024 mengenai sikap Trump terhadap pihak-pihak yang tidak sejalan dengannya.
"He said he will target and punish those who disagree with him or refuse to bend to his will. He calls these Americans 'the enemy within': journalists whose stories he doesn't like, nonpartisan election officials who refuse to cheat by finding a few extra votes for him, judges who insist on following the law instead of following him. It is clear Donald Trump is increasingly unstable and unhinged and will stop at nothing to claim unchecked power for himself." ~ @kamalaharris, October 17, 2024.
Namun, berdasarkan rekaman dan transkrip pidato yang tersedia, pernyataan mengenai Trump sebagai "increasingly unstable and unhinged" serta pencarian kekuasaan tanpa batas juga disampaikan Harris dalam rangkaian kampanye Oktober 2024.
Dalam pidatonya di Washington Crossing, Pennsylvania, pada 16 Oktober 2024, Harris memang membahas pihak-pihak yang menurutnya berpotensi menjadi sasaran apabila Trump menggunakan kekuasaan terhadap lawan politiknya.
Ia menyebut jurnalis, petugas pemilu nonpartisan, serta hakim yang menjalankan hukum sebagai kelompok yang menurutnya pernah menjadi sasaran kritik Trump.
Pernyataan Harris tersebut disampaikan dalam konteks kampanye Pilpres Amerika Serikat 2024 dan merupakan penilaian politik Harris terhadap Trump, bukan keterangan independen mengenai kondisi Trump.
Perdebatan mengenai pernyataan tersebut kembali muncul melalui unggahan media sosial yang dilihat puluhan ribu pengguna.
Salah satu komentar datang dari akun @charleston_64, yang memberikan dukungan terhadap Harris.
"Kamala was always the right choice! 🔥", tulis akun @charleston_64.
Unggahan @yagirlkat kemudian menampilkan komentar lain mengenai gaya Harris yang menjadi bagian dari rangkaian materi tersebut.
"But her laugh tho....", tulis akun @yagirlkat.
Pernyataan Harris mengenai Trump tersebut tercatat dalam berbagai transkrip dan pemberitaan kampanye pada Oktober 2024, ketika keduanya masih menjadi kandidat utama dalam Pilpres Amerika Serikat.
Dengan demikian, materi yang kembali beredar di Threads pada September 2026 tersebut merujuk pada pernyataan politik Harris yang disampaikan dalam konteks pemilu Amerika Serikat 2024.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads