Repelita [Jakarta] - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di wilayah Kalimantan memicu krisis lingkungan serta melumpuhkan kehidupan masyarakat setempat. Informasi memilukan tersebut diutarakan oleh akun @hafizha_anisa pada tanggal 19 Agustus 2026.
Pemilik akun membagikan kondisi terkini terkait parahnya dampak krisis ekologis yang tengah melanda kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
"Maaf ganggu scrolling-nya. Cuma mau info. Seluruh penjuru pulau Kalimantan bagian Indonesia kebakaran. Setiap titik api sangat besar dan luas. Bisa 2x lipat Jakpus dan 1.3x kota Denpasar. Sungai-sungai kering, harga bahan pokok naik, air bersih susah, jarak pandang tertutup kabut asap, banyak anak sesak nafas. Ah, tapi MBG dan Kopdes aman kok, tenang aja. Silahkan lanjut scrolling lagi." tulis akun @hafizha_anisa dalam narasi unggahannya.
Kondisi mengkhawatirkan tersebut kian diperparah oleh musibah kekeringan yang menghentikan urat nadi perekonomian warga.
"Beneran kebakaran satu pulau 🥲 Tolong" tambah akun @hafizha_anisa pada kolom komentar.
"Sungai-sungai kering parah, betul 🥹 itu yg batu-batu harusnya ga keliatan sama sekali. Jalur transportasi air warga terputus 🥹🥹🥹🥹🥹🥹 mereka ga bisa meladang. Sedih bgt" lanjut akun @hafizha_anisa mejelaskan dampak kekeringan.
Unggahan tersebut langsung memicu perhatian serta keprihatinan dari para pengguna platform Threads.
"Gak satu pulau, wilayah Indo aja" ralat akun kucingjerukig.
"Air laut sdh mulai bergerak masuk ke hulu sungai 🥲" ungkap akun rumahhijaulestari.acilbanjar.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads