Berita, Nasional

Kaesang dan Budi Arie Sama-Sama Singgung 2029, John Sitorus: Tidak Ada Kebetulan, Bisa Saja Didesain Terencana

Repelita.id

26 August 2026 21:41 WIB

Kaesang dan Budi Arie Sama-Sama Singgung 2029, John Sitorus: Tidak Ada Kebetulan, Bisa Saja Didesain Terencana
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bernama John Sitorus kembali menyoroti sejumlah pernyataan kontroversial yang pernah dilontarkan oleh figur-figur lingkaran terdekat Joko Widodo.

Sorotan utama dialamatkan kepada Ketua Umum Projo yakni Budi Arie Setiadi menyusul polemik isi pembicaraannya yang mulai menuai perdebatan hangat di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, Budi Arie sempat menyampaikan pandangan di hadapan Jokowi bahwa dinamika situasi politik nasional diprediksi berjalan lebih cepat dari agenda tahun 2029.

Gagasan mengenai potensi terjadinya pergeseran siklus kekuasaan tersebut turut diilustrasikannya melalui istilah khusus berupa konsep patahan sejarah.

Tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029.

Selain menyoroti pimpinan organisasi relawan tersebut, John Sitorus turut mengungkit kembali rekaman pernyataan lama milik putra bungsu Jokowi yaitu Kaesang Pangarep pada kurun waktu 2024 lalu.

Kala itu, Kaesang sempat melontarkan kalimat bernada candaan terkait skenario untuk mendorong Gibran Rakabuming Raka agar mengambil alih posisi kepemimpinan nasional pada pemilu mendatang.

Maksudnya mau mendorong Mas Gibran untuk mengkudeta Pak Prabowo di tahun 2029?

Pertanyaan tersebut langsung disambut dengan respons singkat yang mengakui tingkat kesulitan dari skenario politik yang digariskannya tersebut.

Berat, berat.

Rangkaian peristiwa kemunculan dua pernyataan kontroversial dari lingkaran dekat tersebut dinilai menyimpan makna tersendiri bagi konstelasi politik tanah air.

Melalui akun X @JohnSitorus_, dirinya merangkum kedua momen janggal itu ke dalam catatan analisis kritis.

2024 Kaesang keceplosan: Mau kudeta Prabowo di 2029?

2026 Budi Arie di samping Jokowi keceplosan pengen mempercepat pemilu 2029.

Pola kemunculan narasi yang berulang itu diyakininya bukanlah sekadar faktor kebetulan belaka melainkan bagian dari sebuah perencanaan yang tersusun rapi.

Gak ada yang kebetulan, bisa jadi ini semua sudah by design.

Meskipun demikian, aspek paling mencolok dari seluruh rangkaian kejadian tersebut justru terletak pada ketidaksesuaian pemilihan waktu kemunculan informasi ke ruang publik.

Hanya saja, momennya keluar bukan pada waktu yang tepat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung