Berita, Nasional

Jokowi Sebut Isu Hak Angket Pemakzulan Gibran Ditunggangi Penumpang Gelap dan Operasi Politik Untuk Degradasi Reputasi

Repelita.id

17 October 2026 21:37 WIB

Jokowi Sebut Isu Hak Angket Pemakzulan Gibran Ditunggangi Penumpang Gelap dan Operasi Politik Untuk Degradasi Reputasi
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Eskalasi dinamika perpolitikan nasional di tingkat parlemen kian memanas seiring mengemukanya wacana pembentukan hak angket oleh sejumlah fraksi partai besar guna menindaklanjuti polemik kelulusan administrasi kepemimpinan nasional.

ADVERTISEMENT

Merespons bergulirnya desakan pengguliran peradilan politik tersebut, Joko Widodo selaku mantan kepala negara secara terbuka melayangkan tanggapan diplomatisnya untuk meredam spekulasi.

Pernyataan resmi yang membedah peta manuver politik elit dan usulan penyelidikan berkas syarat pencalonan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut disiarkan secara meluas oleh kanal YouTube TV Parlemen.

"ini ada operasi politik kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi jadi menjadi ramai sekali" kata Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo menanggapi desakan dari barisan oposisi sipil.

Ia menilai rangkaian isu yang mempersoalkan riwayat keabsahan tanda tamat belajar sang putra sulung sengaja dipelihara pihak tertentu demi mendegradasi reputasi politik dinasti Solo.

Pihak fraksi Partai Keadilan Sejahtera dilaporkan masih mendalami tuntutan pemakzulan tersebut secara komprehensif, sementara internal Golkar terus berfokus pada penguatan konsolidasi gerbong koalisi pemerintahan.

"kami masih mengkaji seluruh aspek konstitusional terkait usulan hak angket ini agar tidak melahirkan instabilitas hukum yang merugikan tatanan demokrasi" jelas perwakilan fraksi parpol mengonfirmasi posisi lembaganya.

Di sisi lain, pengamat hukum tata negara menilai bola panas perkara administratif ini sengaja dibiarkan menggantung di DPR sebagai instrumen strategi asimetris untuk mengunci ruang pergerakan eksekutif.

Kondisi tersebut berdampak pada mencuatnya wacana spekulatif mengenai penataan ulang bursa nama pengganti posisi kekosongan jabatan istana hingga dorongan masa kepemimpinan dua periode bagi Presiden Prabowo Subianto.

Kendati diterpa badai kritik siber, jajaran loyalis pemerintah mengimbau seluruh elemen masyarakat agar senantiasa jernih menyikapi riuh dinamika dan memercayakan penyelesaian perkara pada koridor hukum yang sah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung