Repelita [Jakarta] - Partai Solidaritas Indonesia memasang tolok ukur politik yang jauh lebih berani guna menyongsong gelombang Pemilihan Umum 2029 mendatang.
Masuknya Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo ke dalam barisan kepengurusan dinilai memicu lonjakan optimisme PSI untuk merangsek ke barisan empat besar kekuatan nasional.
ADVERTISEMENT
Juru Bicara PSI Dian Sandi Utama menegaskan bahwa proyeksi penembusan posisi papan atas tersebut dirumuskan atas pertimbangan matang internal partai.
Penguatan jaringan struktur yang masif dari level pusat sampai ranting desa diyakini menjadi modal utama perebutan suara.
"Ketua Harian (Ahmad Ali) pernah sampaikan di sebuah acara internal," ujar Dian, Kamis (6/8/2026).
Konsolidasi organisasi secara meluas di bawah nakhoda kepemimpinan Kaesang Pangarep kian mantap berkat sokongan figur Jokowi.
"Bahwa melihat kerja keras pengurus pusat sampai daerah dipimpin Mas Ketum Kaesang untuk merampungkan struktur sampai DPRt ditambah kehadiran Pak Jokowi di PSI," terangnya.
Efek penggabungan ketokohan tersebut dipandang sebagai amunisi nyata untuk mendobrak peta perolehan suara parlemen.
"Tidak mengada-ada jika target 2029, PSI masuk 4 besar," kuncinya.
Di lain kesempatan, Jokowi mewanti-wanti seluruh jajaran pengurus PSI agar enggan berpuas diri serta konsisten membangun simpul partai hingga tingkatan ter bawah.
Mantan kepala negara tersebut menekankan bahwa sasaran pergerakan partai tidak sekadar terbatas pada kelulusan ambang batas parlemen Senayan.
Pesan penguatan fondasi akar rumput tersebut disuarakan Jokowi dalam forum Rapat Koordinasi Daerah DPD PSI Kota Kupang pada 1/8/2026.
"Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang pingin kita capai. Tapi nggak usah disampaikan di sini," ucap Jokowi.
Ia menggarisbawahi bahwa kekuatan sejati sebuah partai diukur dari hadirnya struktur pengurus di setiap desa seluruh daerah.
"Yang saya targetkan, dari DPRD sampai kepengurusan desa terbentuk dan inilah kekuatan besar Partai Gajah," tegasnya.
Selain arahan teknis keorganisasian, Jokowi turut menginstruksikan para kader agar senantiasa mendampingi serta menyelesaikan persoalan publik secara langsung.
"Untuk seluruh kader dan pengurus, utamanya Kota Kupang, saya titip agar kita semuanya terus dan konsisten selalu berada di tengah-tengah rakyat, mendengar keluhan dan menyelesaikan masalah melekah," katanya.
Terkait kendala lapangan, Jokowi meminta kader memanfaatkan alur koordinasi berjenjang melalui pengurus daerah hingga tingkat pusat.
"Kalau bisa, selesaikan sendiri. Kalau nggak bisa disampaikan, minta bantuan kepada Ketua DPD. Kalau nggak bisa, minta bantuan kepada Ketua DPW. Kalau nggak bisa lagi, ke DPP," imbuhnya.
Garis pimpinan partai diharapkan menjadi rujukan utama penyelesaian hambatan sebelum mengadukan persoalan secara personal kepadanya.
"Kalau nggak bisa juga, ke Solo juga tidak apa-apa. Tapi jangan dikit-dikit ke Solo," tandasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok