Berita, Nasional

Jokowi Disebut Sadar Hubungan Prabowo-Gibran Retak, Manuver Politik Daerah Ungkap Kalkulasi Kekuasaan Baru

Repelita.id

03 October 2026 22:52 WIB

Jokowi Disebut Sadar Hubungan Prabowo-Gibran Retak, Manuver Politik Daerah Ungkap Kalkulasi Kekuasaan Baru
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendadak kembali menjadi sorotan hangat publik.

Perhatian publik itu tersedot setelah muncul beragam spekulasi mengenai potensi perubahan konfigurasi pasangan calon menuju pemilihan umum mendatang.

ADVERTISEMENT

Di tengah bergulirnya gugatan syarat pendidikan Gibran di Mahkamah Konstitusi, jurnalis investigasi Hussein Abri Yusuf Dongoran mengungkap pengamatan menarik.

Hussein menilai bahwa Joko Widodo selaku mantan kepala negara sudah membaca dengan cermat adanya sinyal pergeseran dinamika politik tersebut.

Analisis itu disampaikan Hussein dalam rekaman video yang disiarkan secara terbuka melalui kanal YouTube Hendri Satrio Official baru-baru ini.

Dalam ulasannya, aktivitas politik Jokowi yang kembali intens menyapa masyarakat di berbagai daerah dibaca sebagai langkah kalkulatif yang matang.

Langkah strategis tersebut diyakini bertujuan untuk menjaga posisi tawar politik keluarga mereka di tengah konstelasi kekuasaan yang cair.

Jokowi itu punya strategi politik yang luar biasa. Nggak mungkin dia bergerak tanpa kalkulasi yang matang, ungkap Hussein Abri Yusuf Dongoran dalam tayangan YouTube Hendri Satrio Official.

Menurut pandangan Hussein, frekuensi kunjungan lapangan yang tinggi memiliki misi khusus untuk mendongkrak nilai tawar politik.

Keliling ke daerah-daerah itu bertujuan menaikkan bargaining dirinya sendiri, termasuk bargaining untuk Gibran di tengah tren kepuasan publik yang dinamis, lanjut Hussein Abri Yusuf Dongoran di kanal YouTube Hendri Satrio Official.

Selain mengamati pergerakan lapangan, Hussein turut membeberkan hasil wawancara eksklusifnya bersama Joko Widodo di Surakarta beberapa waktu lalu.

Dalam perbincangan tersebut, Jokowi secara terbuka mengaku bahwa intensitas komunikasinya dengan Gibran terkait berbagai urusan tergolong jarang.

Pas saat kami bertanya, Gibran sering nggak sih diskusi dengan Bapak? Jarang dia bilang, telepon pun jarang, beber Hussein Abri Yusuf Dongoran via kanal YouTube Hendri Satrio Official.

Minimnya intensitas komunikasi antara ayah dan anak itu lantas dihubungkan dengan peta koalisi elite yang sedang mengalami pergeseran.

Hussein sempat mendengar informasi dari lingkaran dalam kekuasaan bahwa Prabowo mulai mempertimbangkan opsi figur alternatif untuk posisi pendampingnya.

Terdapat tiga nama tokoh muda yang dikabarkan mulai masuk dalam radar bursa pencalonan wakil presiden untuk masa depan.

Per hari ini, Prabowo mungkin saja tidak mau dengan Gibran lagi. Makanya muncul tiga nama: Teddy Indra Wijaya, Sugiono, dan Sudaryono, sebut Hussein Abri Yusuf Dongoran lewat kanal YouTube Hendri Satrio Official.

Ketiga figur tersebut saat ini memang memegang peranan penting di dalam struktur pemerintahan pimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Teddy Indra Wijaya bertugas sebagai Sekretaris Kabinet, Sugiono memegang portofolio menteri koordinator, serta Sudaryono mengepalai Badan Gizi Nasional.

Tidak berhenti pada figur kandidat wakil presiden, Hussein juga menyinggung posisi Partai Solidaritas Indonesia dalam kalkulasi politik tersebut.

Sorotan itu berkaitan erat dengan wacana kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dalam revisi undang-undang pemilu.

Kalau PSI nggak bisa lolos, berarti kan nggak bisa mengajukan Gibran lagi. Jika RUU Pemilu menerapkan threshold yang ketat, otomatis ruang politik untuk pengusungan akan berubah, pungkas Hussein Abri Yusuf Dongoran melalui kanal YouTube Hendri Satrio Official.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung