Berita, Nasional

Jokowi Buka Suara Soal Gugatan Ijazah Gibran di MK dan Tanggapan Ferdinand

Repelita.id

24 September 2026 21:20 WIB

Jokowi Buka Suara Soal Gugatan Ijazah Gibran di MK dan Tanggapan Ferdinand
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Presiden ke-7 RI Joko Widodo menanggapi gugatan terkait ijazah putranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi MK lewat tayangan di kanal YouTube Tribunnews.

Jokowi menegaskan dirinya menghormati proses hukum yang sedang ditempuh para pihak terkait.

ADVERTISEMENT

Ia juga meminta masyarakat mengikuti proses hukum yang berjalan sesuai kewenangan lembaga terkait.

“Ini kan sudah masuk ke wilayah hukum. Jadi ya kita mengikuti proses hukum yang ada,” jelasnya.

Selain itu Jokowi membeberkan rekam jejak pendidikan Gibran mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Menurut Jokowi riwayat pendidikan putranya tersebut sudah jelas dan tidak perlu dipersoalkan.

Terkait tudingan adanya kecurangan terstruktur Jokowi kembali menyerahkan penilaian dan proses hukumnya kepada Mahkamah Konstitusi.

“Ya itu proses hukum nanti yang miliki kewenangan mahkamah. Apanya terkait kecurangan terstruktur. Nyatanya persyaratannya diterima oleh KPU. Masak udah sekolah di luar ikut paket C,” jelasnya.

Sementara itu Politikus Ferdinand menanggapi pernyataan Jokowi terkait gugatan Denny Indrayana di Mahkamah Konstitusi MK.

Ferdinand menilai pernyataan Jokowi seolah-olah menempatkan dirinya sebagai korban yang dizalimi masyarakat dalam polemik tersebut.

“Pak Jokowi, tidak. Bapak tidak sedang dizalimi rakyat, Gibran juga tidak sedang dizalimi rakyat,” ujar Ferdinand.

Menurut Ferdinand masyarakat memiliki hak untuk mengetahui kebenaran mengenai ijazah Jokowi maupun Gibran Rakabuming Raka.

Ia menyebut munculnya pertanyaan mengenai kedua ijazah tersebut perlu dijawab melalui proses pembuktian yang sesuai.

Ferdinand juga menanggapi pernyataan Jokowi mengenai dugaan adanya agenda politik besar di balik polemik tudingan ijazah palsu.

Ia mengaku memiliki pandangan bahwa dinamika politik dapat menjadi bagian dari munculnya persoalan tersebut.

“Kalau memang Anda dan Gibran itu jujur, Anda pasti akan selamat. Tapi kalau Anda dan Gibran tidak jujur, maka karma alam akan menerjang,” katanya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung