Repelita Jakarta - Joko Widodo mengakui bahwa dirinya diminta oleh Jusuf Kalla untuk maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012.
Fakta baru ini terungkap dari pengakuan Jokowi yang saat itu masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
ADVERTISEMENT
Ia mengaku tidak memiliki persiapan apa pun ketika menerima telepon dari JK yang memintanya maju di ibu kota.
Jokowi bahkan sempat merasa ragu karena tidak memiliki biaya kampanye yang cukup.
“Memang betul Pak JK yang telepon saya. Saya nggak punya duit, kata Pak JK nanti dibicarakan dengan Bu Mega,” ungkap Jokowi seperti dikutip dari detik medio Minggu 5 Agustus 2012.
JK kemudian menghubungi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk membicarakan pencalonan Jokowi.
Meskipun tidak bisa menjamin kemenangan di putaran pertama, JK berjanji akan membantu di putaran kedua.
Jokowi akhirnya maju bersama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI.
Karena keterbatasan dana, Jokowi memilih strategi turun langsung ke kampung-kampung dan rumah warga.
Ia mengaku cara ini dianggap lebih efektif sekaligus gratis dibanding menggelar acara besar.
“Saya datang ke kampung-kampung, ke rumah-rumah karena gratis,” kata Jokowi mengenang masa-masa sulitnya saat itu.
Strategi blusukan yang ia terapkan di Jakarta ternyata merupakan kelanjutan dari gaya kepemimpinannya saat masih menjadi wali kota Solo.
Pendekatan personal ke warga kecil menjadi kunci utama keberhasilannya memenangkan hati pemilih ibu kota.
Tanpa dukungan mesin politik besar dan dana melimpah, Jokowi membuktikan bahwa kerja nyata lebih berarti.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok