Repelita Jakarta - Jusuf Kalla angkat bicara dengan nada tegas bahkan penuh emosi membantah keras tudingan yang dialamatkan kepadanya terkait pendanaan polemik dugaan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Ia mengaku geram atas pernyataan Rismon Sianipar yang menuding dirinya mendanai polemik tersebut dengan klaim pemberian dana Rp5 miliar yang dinilai tidak berdasar.
ADVERTISEMENT
Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa, itu pengalihan saja, jadi saya marah kenapa? ujar JK kepada awak media pada Minggu, 19 April 2026.
Apalagi saya dituduh kasih Rp5 M, mana saya kasih Rp5 M? Ketemu aja tidak tahu saya, kenal pun tidak, ini buktinya WA-nya, tidak saya bilang, tegas JK membantah klaim tersebut.
Pernyataan itu muncul saat JK menanggapi laporan polisi terkait ceramahnya di Universitas Gadjah Mada, namun ia memilih tidak berspekulasi apakah dirinya sedang dipolitisasi oleh pihak tertentu.
JK mengaitkan mencuatnya polemik ini dengan langkah hukumnya terhadap Rismon Sianipar, karena ia menyebut isu semakin melebar setelah dirinya melaporkan tudingan tersebut ke pihak berwajib.
Di sisi lain, JK juga mengungkap bahwa dirinya sempat dihubungi oleh Roy Suryo dan Rismon, namun ia menolak komunikasi tersebut demi menjaga posisi netral di tengah isu yang sensitif.
Dalam pernyataan yang cukup mengejutkan, JK juga menyinggung perannya dalam perjalanan politik Joko Widodo dengan mengklaim memiliki andil besar membawa Jokowi dari Solo ke panggung nasional.
Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta, kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya, kata JK dengan nada tinggi.
Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur, saya yang bawa, ucapnya kembali menegaskan peran historisnya.
Tak hanya membantah tuduhan, JK juga menyinggung polemik ijazah yang telah berlangsung cukup lama dan menilai isu tersebut seharusnya segera diselesaikan.
Menurutnya, keterbukaan diperlukan agar polemik tidak terus berkembang dan menyeret banyak pihak ke dalam konflik yang lebih luas di masyarakat.
Pernyataan JK ini menambah babak baru dalam dinamika politik nasional di tengah pusaran isu yang kian melebar dan melibatkan sejumlah tokoh besar.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok