Berita, Nasional

JK Blak-blakan soal Kredit Rp30 Triliun: Alhamdulillah Kalau Dipercaya Bank, Itu untuk Bangun PLTA Hijau, Kalau Saya Berhenti, Gelap Sulawesi dan Sumatera

Repelita.id

19 April 2026 14:27 WIB

JK Blak-blakan soal Kredit Rp30 Triliun: Alhamdulillah Kalau Dipercaya Bank, Itu untuk Bangun PLTA Hijau, Kalau Saya Berhenti, Gelap Sulawesi dan Sumatera
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, buka suara terkait sorotan soal kredit macet dan pinjaman perusahaannya yang disebut mencapai Rp30 triliun dalam konferensi pers di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu, 18 April 2026.

Saya dikatakan punya kredit mencapai Rp30 triliun, Alhamdulillah kalau orang dikasih pinjaman perbankan, itu artinya orang dipercaya oleh bank, tutur pria yang akrab disapa JK itu.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, jika seseorang tidak dipercaya oleh bank, maka tidak akan bisa mendapatkan pinjaman, sehingga perusahaannya patut bersyukur atas kepercayaan tersebut.

JK mengatakan perusahaannya yang bernama PT Hadji Kalla dengan induk perusahaan Kalla Group sudah berdiri selama 75 tahun dan tidak pernah mengalami gagal bayar kredit alias kredit macet.

Perusahaan saya sudah 75 tahun, tidak satu pun Hadji Kalla pernah kredit macet, satu kali pun tidak pernah kredit macet, tegas JK membantah tuduhan yang beredar.

Ia mengakui perusahaannya pernah sedikit bermasalah dengan Bank Bukopin, tetapi masalah itu muncul karena direksinya yang bermain dengan mengubah perjanjian kredit mobil.

Setelah mengklarifikasi isu kredit macet, JK memaparkan bahwa pinjaman Rp30 triliun tersebut sebagian besar digunakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera.

Ia menyebut pembangunan PLTA di berbagai daerah itu mendukung program pemerintah menyediakan energi hijau atau green energy, dengan total hampir 1.500 megawatt.

Cuma kami perusahaan yang betul-betul melaksanakan program pemerintah itu dengan membangun pembangkit listrik hampir 1.500 megawatt, ujarnya.

JK membocorkan biaya pembangunan pembangkit listrik tenaga air mencapai USD2 juta per 1 megawatt, sehingga semua proyek itu bernilai USD3 miliar atau sekitar Rp70 triliun.

Jadi apa yang salah dengan kredit Rp30 triliun itu? kata JK mempertanyakan sorotan negatif yang dialamatkan ke perusahaannya.

Meski memiliki pinjaman mencapai puluhan triliun, JK mengaku bangga karena perusahaannya merupakan salah satu perusahaan daerah dan milik pribumi yang dipercaya bank.

Bersyukurlah, berbanggalah saya bahwa satu-satunya perusahaan daerah dan milik pribumi dipercaya punya kredit Rp30 triliun, coba tunjukkan pada saya siapa yang bisa dipercaya seperti itu, katanya.

Ia pun mengingatkan bahwa jika perusahaannya berhenti menyediakan listrik, maka Sulawesi dan Sumatera akan gelap karena ketergantungan pada pembangkit yang dibangunnya.

JK meminta semua pihak tidak asal bicara tanpa memahami manfaat di balik pinjaman tersebut, dan menegaskan bahwa data yang beredar tentang kreditnya juga tidak sepenuhnya benar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung