Berita, Nasional

Jepang Kerahkan Helikopter dan Ratusan Tentara Tangani Kebakaran, Kontras dengan Penanganan Demonstrasi di Indonesia

Repelita.id

06 September 2026 22:43 WIB

Jepang Kerahkan Helikopter dan Ratusan Tentara Tangani Kebakaran, Kontras dengan Penanganan Demonstrasi di Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Isu penanganan bencana kebakaran hutan serta keterlibatan bantuan kekuatan asing di wilayah regional mendadak memicu perdebatan sengit di kalangan warganet.

Topik hangat tersebut mencuat lewat unggahan akun media sosial @fachrul_ariesta yang dipublikasikan pada hari Sabtu, 5 September 2026.

ADVERTISEMENT

Pemilik akun tersebut menyoroti perbantuan internasional dalam misi pemadaman api sekaligus membandingkannya dengan pengerahan aparat pengamanan di dalam negeri.

Ternyata yang mengerahkan heli penyiram kebakaran dan ratusan tentara itu Jepang.

Bukan pak bowo dan timnya, tulis akun @fachrul_ariesta dalam unggahannya.

Selain itu, pengunggah konten juga mempertanyakan efektivitas edukasi politik di platform digital guna menyikapi dinamika kepemimpinan nasional di masa mendatang.

Bandingkan dengan berapa tentara dan polisi yang dikerahkan kabinet pak bowo dalam menghadapi demonstran.

Gimana cara mengedukasi penduduk Tiktok supaya ngga milih 2 periode?, lanjut akun @fachrul_ariesta.

Unggahan yang telah disaksikan ratusan ribu kali itu langsung menuai beragam tanggapan kritis dari para pengguna media sosial lainnya di kolom komentar.

Akun @ariefbds turut memberikan respons singkat memperkuat narasi mengenai keterlibatan pihak luar dalam penanganan bencana.

Bukan cuma Jepang yaa, timpal akun @ariefbds.

Kritik yang lebih tajam dilontarkan oleh akun @rui_wib yang membeberkan sejumlah catatan perbandingan penanganan krisis antara pemerintah pusat dan negara tetangga.

Tentara Jepang bantu padamin api.

Pemerintah Malaysia bantu pembibitan benih hujan.

Belum lagi negara2 lain yg ikut membantu.

Gong nya adalah...tentara negri sendiri sibuk mengamankan lahan sawit, punya ratusan dapur MBG, dll dll.

Sementara juga pemerintah negri sendiri malah ke Rusia, ga ada ucapan maaf ke negara2 tetangga yg terdampak, punya ribuan hektar tanaman sawit, ngirim si bapak haji yg ngawasin karhutla bukan mentri2nya.

Trus simsalabim muncul bibit2 sawit di lahan bekas karhutla, papar akun @rui_wib.

Sementara itu, akun @lumineraplays melontarkan sindiran terkait maraknya pendengung di ruang digital yang dinilai menghambat proses pencerahan publik.

Susah kak.

Mereka udah dibayar 2500 rupiah per postingan.

Bikin 1000 postingan aja udah masuk desil 8 mereka. 😅, balas akun @lumineraplays.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung