Berita, Peristiwa

Jemaah Haji Indonesia Berusia 72 Tahun yang Sempat Hilang Ditemukan Wafat di Arab Saudi

Repelita.id

23 May 2026 00:26 WIB

Jemaah Haji Indonesia Berusia 72 Tahun yang Sempat Hilang Ditemukan Wafat di Arab Saudi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Otoritas penyelenggara ibadah haji menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya seorang warga negara Indonesia lansia dari kelompok terbang asal ibu kota yang sempat kehilangan kontak dengan rombongan.

Upaya pelacakan intensif yang dilakukan oleh satuan tugas khusus di tanah suci akhirnya membuahkan hasil setelah terjalinnya komunikasi intensif dengan aparatur keamanan wilayah kerajaan setempat.

ADVERTISEMENT

Pihak kementerian mengonfirmasi bahwa penemuan tubuh jamaah tersebut terjadi dalam kondisi sudah tidak bernyawa di kawasan operasional ibadah setelah beberapa hari masa pencarian intensif dilakukan.

“Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat,” ujar Hasan dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Ucapan duka dan permohonan doa dipanjatkan agar mendiang mendapatkan tempat terbaik serta sanak saudara yang berada di tanah air diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian kehilangan ini.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan dukacita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” sambungnya.

Apresiasi tinggi juga dialamatkan kepada segenap elemen penunjang mulai dari unit kedutaan besar, manajemen rumah sakit lokal, hingga jajaran warga yang proaktif menyebarkan informasi selama operasi pelacakan.

Pihak birokrasi keagamaan menjamin hak ibadah mendiang akan tetap disempurnakan melalui mekanisme perwakilan atau pengganti pelaksanaan ritual rukun islam kelima yang difasilitasi penuh oleh petugas negara.

Para pemandu serta sesama rombongan diimbau untuk meningkatkan kepekaan sosial serta pengawasan mandiri khususnya terhadap para peserta ibadah yang memiliki keterbatasan fisik maupun usia senja.

Sikap responsif sangat diperlukan apabila menemui adanya pergerakan individu yang tampak terpisah dari kelompoknya atau memperlihatkan gejala disorientasi arah di tengah padatnya konsentrasi massa.

“Bila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter,” imbaunya.

Langkah preventif mutlak diterapkan dengan tidak membiarkan para kelompok rentan melangsungkan mobilitas secara mandiri tanpa adanya pengawalan ketat guna meminimalisir potensi terjadinya kasus tersesat.

“Jangan biarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jemaah tersesat atau terpisah dari rombongannya,” katanya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung