Repelita [Jakarta] - Masalah penggunaan dokumen pendidikan palsu di kalangan elit politik diprediksi tidak akan pernah menemui titik terang.
Fenomena ini dipicu oleh komposisi anggota DPR periode 2024-2029 yang memiliki latar belakang pendidikan yang meragukan.
ADVERTISEMENT
Terdapat 63 anggota dewan yang hanya berijazah SMA, serta 211 anggota lainnya dengan riwayat pendidikan yang tidak jelas.
Kondisi tersebut mendapatkan kritik tajam dari pengamat kebijakan publik, Azas Tigor Nainggolan, melalui akun Facebook pribadinya pada Senin (8/6/2026).
"Padahal mereka bertugas menyusun undang-undang negara," tegas Tigor.
Ia menilai bahwa kondisi ini merupakan cerminan dari rusaknya sistem yang dibangun oleh partai politik dan para elitnya saat ini.
"Jadi jangan kaget jika melihat persoalan ijasah palsu tidak akan selesai," ungkap Tigor.
Data dari Badan Pusat Statistik mengungkap bahwa selain lulusan SMA, terdapat 119 anggota bergelar Magister dan 115 orang bergelar Sarjana.
Selain itu, terdapat 29 anggota yang bergelar Doktor dan hanya 3 orang yang memiliki latar belakang pendidikan jenjang Diploma tiga.
Ketidakjelasan data pendidikan ratusan wakil rakyat ini memicu keraguan publik akan kompetensi mereka dalam menjalankan fungsi legislasi negara. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok