Berita, Nasional

Jaleswari Pramodhawardani Minta Maaf Gagal Bendung Kerusakan Selama Bertugas di Era Pemerintahan Jokowi

Repelita.id

29 June 2026 18:30 WIB

Jaleswari Pramodhawardani Minta Maaf Gagal Bendung Kerusakan Selama Bertugas di Era Pemerintahan Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Wakil Ketua Umum Konferensi Republik, Jaleswari Pramodhawardani, menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan dalam mencegah berbagai dampak negatif saat dirinya menjabat di pemerintahan Joko Widodo.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam forum Konsolidasi Konferensi Nasional Republik yang digelar secara daring pada Minggu (28/6/2026).

ADVERTISEMENT

Tak hanya mewakili dirinya sendiri, permohonan maaf itu juga ditujukan atas nama Sudirman Said dan Yanuar Nugroho yang turut terlibat dalam kabinet terdahulu.

“Kami bertiga (saya, Sudirman Said, dan Yanuar Nugroho) memang dulu pernah bekerja bersama Pak Jokowi,” ucap Jaleswari.

"Tapi, memang kami juga minta maaf kalau tidak bisa membendung kerusakan itu. Kami bagian dari sana (Pemerintah Jokowi)," tambahnya.

Meski merasa gagal membendung persoalan di masa lalu, Jaleswari menegaskan bahwa ia dan rekannya tetap berupaya memberikan kontribusi terbaik pada saat itu.

Ia berharap permintaan maaf ini menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus pengakuan atas upaya yang telah mereka jalankan selama berada di dalam lingkaran kekuasaan.

"Tetapi mungkin kalau sedikit ber-maaf mungkin kita juga memiliki rekam jejak yang tidak buruk-buruk amat. Ya itu saja," jelasnya.

Jaleswari sendiri memiliki latar belakang panjang sebagai akademisi, aktivis hak asasi manusia, hingga birokrat sebelum memutuskan mundur dari KSP pada tahun 2024 lalu.

Keputusan tersebut diambilnya saat itu demi menghindari konflik kepentingan politik setelah bergabung dengan tim sukses Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam Pilpres 2024.

Perjalanan pembawanya mencakup berbagai posisi strategi, mulai dari peneliti di LIPI, komisaris BUMN, hingga memimpin lembaga think-tank LAB45.

Kini, ia bersama sejumlah tokoh aktif lainnya dalam Konferensi Republik untuk terus mengawali isu-isu kebangsaan pasca-pemerintahan sebelumnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung