Repelita Jakarta - Nama figur istri kepala daerah wilayah Kalimantan Tengah mendadak menuai sorotan tajam publik di tengah situasi darurat bencana kabut asap pekat.
Gelombang kritik pedas dialamatkan kepada sang ketua penggerak kesejahteraan keluarga daerah lantaran dinilai kurang peka terhadap penderitaan warga setempat.
ADVERTISEMENT
Sejumlah warganet meluapkan kekesalan secara terbuka melalui kolom komentar media sosial menanggapi berbagai krisis fasilitas umum yang sedang melanda.
Berbagai keluhan mulai dari persoalan antrean bahan bakar minyak hingga pemadaman aliran listrik bergilir turut memperkeruh suasana emosi masyarakat.
Kritikan pedas netizen tersebut terangkum dalam beberapa tanggapan berikut ini yang menyoroti situasi krisis di daerah.
Capek bgt ya jadi warga kalteng , udah kabut asap pekat , bbm antri panjang , mati listrik ditambah lagi petinggi2 yg begini
Orang yang disitu apa ga pada muak
Hukumnya apa pak ustadz liburan disaat karhutla dimana mana?
Ustad ap hukumnya ustad klo istri pejabat nirempaty dgn masyarakat .. malah senang" d saat asap parah begini ustaddd, bkn menghakimi ustad tp tw posisi dan keadaan ustaaad masa istri pehabat nirempatyyy
Kemarahan publik bermula ketika sejumlah akun instansi pemerintah daerah menyebarkan ucapan selamat ulang tahun kepada figur perempuan nomor satu tersebut.
Publikasi ucapan hari lahir dari dinas pariwisata regional justru memicu reaksi kontra produktif di tengah penderitaan warga akibat bencana kebakaran hutan.
Ketidakpekaan sosial yang ditunjukkan kalangan pejabat beserta keluarga mereka menjadi pemicu utama renggangnya simpati masyarakat luas.
Suasana semakin memanas tatkala rekaman video curahan hati sang tokoh di hadapan seorang pemuka agama beredar luas di dunia maya.
Sesi pengcurahan emosi dalam majelis keagamaan tersebut alih-alih mendulang dukungan justru dianggap publik sebagai tindakan mengabaikan realitas penderitaan warga.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok