Repelita Jakarta - Dinamika politik di lingkungan Istana Kepresidenan kembali memanas seiring munculnya wacana perombakan atau reshuffle kabinet yang dikabarkan akan terjadi pada April 2026.
Sejumlah pimpinan fraksi di DPR RI mulai angkat suara menanggapi isu kocok ulang jajaran menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto meskipun pihak Istana belum memberikan pernyataan resmi.
ADVERTISEMENT
Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, memberikan respons singkat namun tegas dengan menekankan bahwa urusan bongkar pasang menteri sepenuhnya berada di tangan kepala negara.
"Hak prerogatif Presiden, silakan tanya ke Istana," ujar Puan saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Di sisi lain, Partai Golkar melalui Ketua Fraksinya di DPR, Muhammad Sarmuji, mengaku belum mendengar secara formal mengenai rencana reshuffle tersebut.
Sarmuji menyatakan bahwa partainya menyerahkan segala keputusan kepada penilaian subjektif Presiden Prabowo terhadap kinerja para menterinya.
"Saya enggak tahu, itu kan wewenang Presiden. Nanti tergantung Presiden merenung, 'perlu enggak ya reshuffle ya?', gitu. Kira-kira begitulah kira-kira," kata Sarmuji.
Meskipun mengaku belum tahu, Sarmuji secara terang-terangan memberikan pembelaan terhadap kader terbaiknya di kabinet, yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Menurut Sarmuji, Bahlil memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional di tengah gejolak global.
"Enggak semua negara bisa melakukan, bisa mengamankan ketahanan energi. Dan alhamdulillah Menteri ESDM Pak Bahlil berhasil mengamankan suplai energi sekaligus satu hal yang sangat penting: bisa membuat harga BBM tidak naik," tegasnya.
Ketua Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyampaikan bahwa pihaknya menghormati otoritas penuh Presiden dan meyakini Prabowo memiliki parameter serta pertimbangan matang sebelum memutuskan mengganti menteri.
"Jadi Pak Presiden ini ya akan melakukan reshuffle atau tidak, memilih siapa, ya itu adalah urusannya beliau," ujar Herman singkat.
Di tengah derasnya isu reshuffle, Presiden Prabowo Subianto justru menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka pada hari yang sama.
Kehadiran tokoh-tokoh kunci dalam pertemuan tersebut terungkap melalui unggahan media sosial Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, pada Kamis (16/4/2026).
Dasco hadir bersama sejumlah pejabat yang juga merupakan orang dekat Prabowo di Partai Gerindra, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Dalam keterangan unggahannya di akun Instagram pribadi, Dasco menyebut pertemuan itu bertujuan melaporkan berbagai perkembangan strategis nasional.
"Diterima Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan beberapa perkembangan situasi politik, keamanan dan ekonomi nasional serta melaporkan beberapa masukan dari fungsi legislasi DPR kepada Pemerintah di Istana Merdeka, 16 April 2026," tulis Dasco.
Meskipun agenda resmi yang disampaikan berkaitan dengan fungsi legislasi dan ekonomi, pertemuan tertutup di tengah isu perombakan kabinet ini memicu spekulasi publik mengenai arah kebijakan politik pemerintah ke depan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok