Berita, Timur Tengah

Israel Tertekan di Lebanon Selatan, Sumber Daya Menipis di Tengah Ancaman Iran

Repelita.id

02 April 2026 21:02 WIB

Israel Tertekan di Lebanon Selatan, Sumber Daya Menipis di Tengah Ancaman Iran
Foto: Istimewa

Repelita Beirut - Israel mengumumkan pembentukan zona penyangga di Lebanon selatan hingga Sungai Litani, sementara sumber daya militer IDF dilaporkan menipis akibat perang multi-front melawan Iran dan Hizbullah.

Pimpinan oposisi Israel Yair Lapid memperingatkan bahwa militer "tertekan hingga batas maksimal dan melampauinya" dalam perang tanpa strategi yang jelas.

ADVERTISEMENT

Iran dan sekutunya Hizbullah terus melancarkan serangan rudal dan drone, termasuk serangan terhadap kilang minyak Bazan di Haifa yang menyebabkan kebakaran besar pada 30 Maret 2026.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan telah mengirim perwira ke Lebanon untuk merestrukturisasi Hizbullah menjadi sel-sel kecil otonom yang lebih lincah dan mematikan.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menuduh IRGC secara langsung mengelola operasi militer Hizbullah di Lebanon.

Lebanon telah memerintahkan duta besar Iran untuk meninggalkan negara itu, namun pejabat Iran menolak dan Hizbullah memberi perlindungan.

Lebih dari 1.200 orang tewas di Lebanon sejak eskalasi Maret 2026, dengan lebih dari 1,2 juta orang mengungsi.

Israel menghadapi tekanan luar biasa di udara, laut, dan darat secara bersamaan sementara cadangan amunisi terus menipis.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung