Repelita Tel Aviv - Ketegangan antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat kembali meningkat menjelang berakhirnya tenggat negosiasi yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.
Israel bahkan mengeluarkan peringatan langsung kepada warga sipil Iran untuk menghindari penggunaan transportasi kereta api dalam pernyataan berbahasa Farsi yang dirilis militer Israel.
ADVERTISEMENT
"Mulai saat ini, hingga pukul 21.00 waktu Iran, sebaiknya Anda menghindari bepergian dengan kereta di seluruh Iran, demi keselamatan Anda," demikian bunyi peringatan militer Israel yang dilansir dari The Guardian pada Selasa (7/4/2026).
Peringatan itu dilanjutkan dengan kalimat yang lebih tegas, "Keberadaan Anda di kereta dan di dekat jalur rel membahayakan hidup Anda," mengindikasikan infrastruktur sipil berpotensi menjadi target serangan.
Langkah tersebut muncul hanya beberapa jam sebelum ultimatum dari Trump berakhir, di mana tenggat waktu itu diberikan sebagai tekanan agar Iran menerima kesepakatan tertentu dengan ancaman eskalasi jika negosiasi gagal.
Di sisi lain, Trump kembali menegaskan kesiapan militernya untuk melancarkan serangan besar terhadap Iran dalam waktu singkat saat konferensi pers di Gedung Putih.
"Iran bisa dilumpuhkan dalam satu malam dan malam itu mungkin besok," kata Trump sebagaimana dilaporkan The Guardian, menunjukkan ancaman keras dari Washington.
Namun, Iran sebelumnya menolak proposal gencatan senjata segera yang dimediasi Pakistan, Mesir, dan Turki, dan sebaliknya mengajukan proposal tandingan berisi sepuluh poin kepada AS.
Trump mengakui adanya proposal tersebut tetapi menilainya tidak memadai, sementara di lapangan konflik terus berlangsung tanpa jeda antara kedua belah pihak.
Media Iran melaporkan Bandara Khorramabad di Iran barat diserang, sementara Israel mengklaim telah melancarkan gelombang serangan baru ke Teheran dan membombardir fasilitas petrokimia di Shiraz.
Pejabat AS mengungkapkan pesawat pengebom siluman B-2 menjatuhkan bom penghancur bunker ke fasilitas Garda Revolusi Iran di Teheran beberapa hari sebelumnya.
Di sisi lain, Iran terus melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal balistik ke Israel, sementara konflik juga meluas ke kawasan lain seperti Arab Saudi.
Serangan dilaporkan mengenai kompleks petrokimia di kota Jubail, Arab Saudi, sementara harga minyak dunia ikut terdongkrak hingga di atas 110 dolar AS per barel.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok