Berita, Internasional

Israel Akui Rusak Biara di Lebanon, Dunia Kecam Dugaan Serangan Rumah Ibadah Kristen

Repelita.id

03 May 2026 20:27 WIB

Israel Akui Rusak Biara di Lebanon, Dunia Kecam Dugaan Serangan Rumah Ibadah Kristen
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Militer Israel secara resmi mengakui bahwa pasukannya telah menyebabkan kerusakan pada sebuah bangunan keagamaan yang terletak di desa Yaroun, Lebanon selatan, pada Sabtu (2/5/2026) .

Pengakuan yang disampaikan oleh juru bicara militer Israel, Kolonel Avichay Adraee, ini langsung memicu gelombang kecaman tajam dari badan amal Katolik asal Prancis bernama L'Oeuvre d'Orient yang menuduh adanya serangan yang disengaja terhadap rumah ibadah umat Kristen .

ADVERTISEMENT

Bangunan yang rusak tersebut diidentifikasi sebagai sebuah biara yang dikelola oleh ordo keagamaan Katolik-Yunani, para Suster Salvatorian, yang selama ini berperan memfasilitasi layanan pendidikan dan klinik kesehatan bagi masyarakat setempat .

“Kami mendengar kabar bahwa biara tersebut telah dihancurkan menggunakan buldoser,” ujar pimpinan umum Suster Salvatorian, Gladys Sabbagh, dalam pernyataannya yang dikutip oleh media internasional pada Sabtu (2/5/2026) .

Kolonel Avichai Adraee, selaku juru bicara militer Israel, mengklaim bahwa aksi perusakan tersebut terjadi dalam konteks operasi penghancuran infrastruktur milik kelompok teroris di wilayah Lebanon selatan .

Ia pun berdalih bahwa bangunan biara yang menjadi sasaran operasi tersebut tidak memiliki tanda-tanda atau simbol yang jelas sebagai fasilitas keagamaan sehingga pasukannya mengabaikan status perlindungannya .

Lebih lanjut, Adraee menuduh bahwa kelompok pejuang Hizbullah telah menggunakan kompleks biara tersebut sebagai tempat persembunyian untuk meluncurkan roket-roket ke arah wilayah kedaulatan negara Israel .

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel turut mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah tuduhan bahwa pihaknya telah menghancurkan situs keagamaan itu secara total dan tidak meninggalkan satu batu pun .

Klaim sepihak dari militer Israel ini mendapatkan bantahan keras langsung dari otoritas Gereja Katolik di Lebanon yang menegaskan bahwa kompleks biara tersebut tidak pernah berfungsi untuk kepentingan militer dalam bentuk apa pun .

“Kami menentang semua praktik yang menyerang tempat ibadah dan gereja karena ini bukan pangkalan militer,” tutur Direktur Pusat Informasi Katolik, Pendeta Abdo Abou Kassm, dalam wawancaranya dengan The Times of Israel .

Organisasi amal L'Oeuvre d'Orient juga memperluas kecamannya dengan menuduh bahwa Israel sedang menjalankan misi penghancuran sistematis terhadap seluruh rumah dan bangunan di Lebanon selatan untuk mencegah warga sipil kembali ke pemukiman mereka .

Insiden perusakan biara di Yaroun ini terjadi hanya beberapa waktu setelah dua orang tentara Israel dijatuhi hukuman penjara selama 30 hari karena terbukti melakukan vandalisme terhadap sebuah patung Yesus di desa Debl .

Sebuah foto yang sempat viral di media sosial memperlihatkan aksi seorang tentara Israel yang dengan tega memukul kepala patung Yesus menggunakan palu godam besar, memicu kemarahan luas dari komunitas internasional .

Laporan dari Pusat Pendidikan dan Dialog Rossing juga mengungkapkan bahwa kekerasan terhadap komunitas Kristen di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki mengalami lonjakan signifikan, dengan sedikitnya 155 insiden intimidasi dan agresi tercatat sepanjang tahun 2025 .

Situasi di perbatasan selatan Lebanon sendiri masih terus memanas seiring dengan bentrok bersenjata antara pasukan reguler Israel dan kelompok Hizbullah yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat .*

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung