Berita, Viral Sosmed

“Islam Ala Prabowo” Disorot, Warganet Sindir Dugaan Bawa Agama untuk Menjilat Kekuasaan

Repelita.id

08 September 2026 00:08 WIB

“Islam Ala Prabowo” Disorot, Warganet Sindir Dugaan Bawa Agama untuk Menjilat Kekuasaan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Perdebatan mengenai buku berjudul “Islam Ala Prabowo” ramai dibahas pengguna media sosial setelah akun @yusuf_dumdum mengunggah komentarnya pada 7 September 2026.

Dalam unggahan tersebut, ia mempertanyakan penggunaan nama agama dalam buku yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto serta menyatakan keyakinannya bahwa Prabowo tidak menginginkan buku tersebut dibuat.

ADVERTISEMENT

Ia menulis:

“Mengapa sih menjilat aja harus bawa2 agama?? Malu dikit napa sih. Udh pada tua tapi kelakuannya naudzubillah. Ane yakin Presiden Prabowo jg gak ngebet dibuatin buku "Islam Ala Prabowo".”

Unggahan itu kemudian memperoleh 3.668 tayangan dan memicu sejumlah komentar dari pengguna lain yang ikut memperdebatkan isi serta latar belakang buku tersebut.

Akun @SuryaoneTrisna menanggapi dengan menyatakan bahwa Prabowo bukan pihak yang menulis buku tersebut, sebelum menyampaikan kritik keras terhadap pihak yang dianggap terlibat.

Ia menulis:

“Yo jelas Prabowo tdk menulis buku itu ,,,,yg menulis buku itu PENJILAT PENJILAT DHUBUR”

Komentar lain datang dari akun @makoneng628 yang mengaitkan istilah “Islam Ala Prabowo” dengan perdebatan sebelumnya mengenai konsep Islam Nusantara.

Ia menulis:

“Masyarakat Indonesia ini semakin pedau alias tolol tolol,Dulu di pertentangkan Tentang Islam Nusantara,yg se7dan tidak se7 pada ribut di acara tv dan di medsos. Sekarang ada lagi Islam ala Prabowo...hemm.. Mungkin ga ada yg berani yg kritik,takut hilang di telan kegegelapan.”

Akun @selli59271 juga memberikan komentar dengan bahasa yang bernada keras terhadap pihak yang disebutnya sebagai ulama.

Ia menulis:

“udah pd msu modar ktanya ulama pret ulama shli neraka”

Sementara itu, akun @Berwall2512 menyampaikan pandangannya mengenai kebangsaan dan sikap terhadap paham radikal.

Ia menulis:

“NKRI HARGA MATI SAYA PANCASILAIS ANTI RADIKALISME”

Komentar lainnya dari akun @JendralKepitin9 justru mengaitkan perdebatan tersebut dengan isu korupsi dan kasus anak yang disebut mengalami keracunan.

Ia menulis:

“BANGSAT semua,urusan jilat menjilat mereka nomer satu urusan korupsi merajalela dan anak anak keracunan mereka diam, dasar LIKENDE HOND istana”

Akun @Ibenk kemudian menyinggung persoalan ibadah dalam komentarnya yang ditujukan kepada pihak yang sedang menjadi bahan perbincangan.

Ia menulis:

“Nah orang nya aja gak pernah keliatan sholat Jumat!”

Kritik terhadap fenomena yang disebut sebagai budaya menjilat juga disampaikan akun @adekmendala1.

Ia menulis:

“Setelah budaya Korupsi kini sedang diperkenalkan budaya (baru) MENJILAT”

Akun @_riverheaven turut memberikan komentar yang mempertanyakan keterkaitan Prabowo dengan buku tersebut.

Ia menulis:

“Bahkan Prabowo malu, wong dia belum tentu Islam kok. Maksa banget jilatnya”

Sementara itu, akun @matikiridisini menggunakan istilah bernada satir ketika mengomentari judul buku yang sedang diperdebatkan.

Ia menulis:

“Islam ala Prabowo kayaknya Islam sesat atau sesaat 😂”

Komentar lain dari akun @ArkaAfnan menyoroti kemungkinan hubungan antara organisasi Islam dan dukungan politik terhadap Prabowo.

Ia menulis:

“Islam organisasi,mendukung prabowo.waw wae..asyik ya.”

Akun @mponsunat kemudian mengaitkan pembahasan tersebut dengan pemberian gelar atau posisi tertentu kepada Presiden Joko Widodo.

Ia menulis:

“Mau ngejar Pangkat jokowi yg sudah di Nabikan sama pengikutnya kali”

Sementara itu, akun @immakhab menyampaikan kritik terhadap ulama dari dua organisasi Islam besar di Indonesia.

Ia menulis:

“Ulama nambanng. Mau NU atau Muhammadiyah , sami rawon. Busuk”

Komentar terakhir yang terlihat dalam rangkaian percakapan tersebut berasal dari akun @YusufIrian3999 yang menuliskan:

“Pamer goblok”

Rangkaian komentar tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai “Islam Ala Prabowo” berkembang menjadi perdebatan luas mengenai agama, politik, dukungan terhadap pemerintah, hingga kritik terhadap perilaku sejumlah pihak.

Berbagai komentar yang muncul merupakan pandangan pribadi pengguna media sosial dan tidak secara otomatis menggambarkan sikap resmi Presiden Prabowo Subianto maupun pihak yang disebut dalam percakapan tersebut.

Perdebatan itu juga memperlihatkan tingginya sensitivitas publik terhadap penggunaan nama tokoh politik dalam pembahasan yang berkaitan dengan agama dan identitas keislaman.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung