Repelita Teheran - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meringkus 11 mata-mata yang diduga terafiliasi dengan Israel di tengah upaya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang sedang berlangsung di Islamabad.
Organisasi Intelijen IRGC mengumumkan penggerebekan tersebut pada Jumat, 24 April 2026, melalui serangkaian operasi intelijen kompleks di Provinsi Kurdistan dan Kermanshah yang berbatasan dengan Irak.
ADVERTISEMENT
Dalam operasi tersebut, IRGC berhasil membongkar beberapa sel organisasi kelompok separatis Kurdi yang didukung penuh oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.
Sejumlah barang bukti berhasil disita dari tangan para mata-mata yang tengah berupaya membuka jalan bagi serangan militer musuh dari perbatasan barat Iran.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan delapan peluncur granat roket (RPG) beserta lebih dari 2.000 butir amunisi kaliber berbagai jenis.
Selain 11 orang yang ditangkap, satu orang lainnya dilaporkan tewas dalam kontak senjata saat operasi pembongkaran berlangsung.
Tim penyelundupan lainnya juga berhasil dibongkar dengan penyitaan 10 senapan AK-47, 2.250 butir amunisi, dua senjata berburu, dan tujuh peluncur RPG.
Petugas juga menemukan 90 detonator peledak dan beberapa perangkat internet satelit ilegal yang digunakan untuk komunikasi rahasia dengan pihak asing.
Dalam pengembangan operasi, IRGC juga menangkap 73 orang yang terkait dengan kelompok anti-revolusioner yang beroperasi di dalam wilayah Iran.
Empat di antaranya diduga kuat sebagai mata-mata yang terafiliasi langsung dengan Mossad, badan intelijen rezim Israel.
Dari tangan keempat mata-mata tersebut, ditemukan bubuk mesiu, detonator, dan peralatan lengkap yang digunakan dalam produksi amunisi peluru rakitan.
Menurut laporan IRGC, para mata-mata itu telah diberi imbalan finansial oleh Mossad atas aktivitas spionase dan sabotase yang mereka lakukan.
Tujuh elemen separatis lainnya yang terlibat dalam pembuatan alat peledak improvisasi (IED) dan pengadaan senjata ilegal juga ikut ditangkap.
Mereka diduga memiliki target utama menyerang situs-situs pemerintah dan instalasi militer di berbagai wilayah Iran.
Penangkapan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang difasilitasi Pakistan untuk mempertemukan perwakilan Iran dan AS dalam perundingan damai di Islamabad.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok