Berita, Timur Tengah

Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz, Satu Menuju India, Gencatan Senjata dengan AS Diabaikan, IRGC Tegaskan Garis Merah

Repelita.id

22 April 2026 20:17 WIB

Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz, Satu Menuju India, Gencatan Senjata dengan AS Diabaikan, IRGC Tegaskan Garis Merah
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran kembali menunjukkan kekuatannya di perairan Selat Hormuz dengan menyita dua kapal kontainer asing pada Rabu (22/4/2026).

Kedua kapal yang disita adalah MSC Francesca yang berbendera Panama dan Epaminondas yang berbendera Liberia .

ADVERTISEMENT

Menarik perhatian India, satu kapal di antaranya diketahui sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Mundra di negara bagian Gujarat .

Data pelayaran menunjukkan bahwa Epaminondas berlayar dari Jebel Ali di Uni Emirat Arab sebelum akhirnya dicegat oleh pasukan Iran .

IRGC mengklaim tindakan penyitaan ini dilakukan karena kedua kapal dianggap membahayakan keamanan maritim .

Kapal-kapal tersebut dituduh beroperasi tanpa izin yang diperlukan dan melakukan gangguan pada sistem navigasi .

Bahkan, IRGC menuding MSC Francesca memiliki keterkaitan dengan rezim Zionis Israel .

Mereka menegaskan bahwa mengganggu ketertiban dan keselamatan di Selat Hormuz merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar .

"Gangguan terhadap ketertiban dan keselamatan di Selat Hormuz adalah garis merah kami," demikian pernyataan tegas IRGC .

Selain dua kapal yang disita, sebuah kapal ketiga milik Yunani yang bernama Euphoria juga ikut diserang dan kini terkatung-katung di perairan Iran .

Laporan dari Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengungkapkan bahwa kapal tersebut mengalami kerusakan parah di bagian jembatan setelah ditembak .

Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu dengan Iran .

Aksi penyitaan ini dinilai sebagai bentuk eskalasi sikap Iran yang semakin mengeras di tengah berlanjutnya blokade laut oleh Amerika Serikat .

Teheran menolak untuk mengakui gencatan senjata selama blokade terhadap pelabuhannya masih terus berlangsung .

Sebelumnya, Amerika Serikat telah menyita dua kapal kargo berbendera Iran sebagai bagian dari kebijakan blokade tersebut .

Tindakan IRGC ini sekaligus menjadi sinyal bahwa meskipun ada perpanjangan gencatan senjata, kendali Iran atas Selat Hormuz tetap tidak tergoyahkan .

Dengan kejadian ini, dunia kembali diingatkan bahwa Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima minyak global, tetap menjadi titik konflik yang sangat panas .(*)Source: marinetraffic.com

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung