Berita, Timur Tengah

Iran Nyatakan Perang terhadap Google, Apple, Nvidia, dan 15 Perusahaan AS Lainnya, IRGC Ultimatum Karyawan Tinggalkan Kantor Pukul 20.00 atau Kantor Akan Meledak

Repelita.id

01 April 2026 20:42 WIB

Iran Nyatakan Perang terhadap Google, Apple, Nvidia, dan 15 Perusahaan AS Lainnya, IRGC Ultimatum Karyawan Tinggalkan Kantor Pukul 20.00 atau Kantor Akan Meledak
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran secara resmi menyatakan perang terhadap perusahaan-perusahaan teknologi raksasa Amerika dengan mengeluarkan ultimatum yang memerintahkan seluruh karyawan Google, Nvidia, Apple, IBM, Tesla, Intel, dan Cisco untuk meninggalkan perusahaan mereka paling lambat pukul 20.00 waktu Teheran pada Rabu (1/4/2026) dan mengancam akan meledakkannya.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis Selasa (31/3/2026) dan dilaporkan oleh media pemerintah Iran Press TV, IRGC menyebutkan 18 perusahaan Amerika yang kantor regionalnya di Timur Tengah akan menjadi target.

ADVERTISEMENT

Daftar tersebut mencakup raksasa teknologi seperti Apple, Google, Meta (Facebook), Microsoft, produsen chip Nvidia, Intel, IBM, Cisco, HP, Dell, serta otomotif Tesla, dirgantara Boeing, jasa keuangan Oracle, JP Morgan, Palantir, General Electric (GE), G42, dan Spire Solutions.

“Mulai pukul 20:00 waktu Teheran pada hari Rabu, 1 April, perusahaan-perusahaan ini harus bersiap menghadapi penghancuran fasilitas terkait mereka sebagai respons terhadap setiap aksi teror yang terjadi di Iran,” demikian bunyi pernyataan IRGC seperti dilansir Tasnim News Agency.

IRGC menuduh perusahaan-perusahaan ini aktif membantu operasi teror AS-Israel di dalam Iran dengan menyediakan layanan spionase, dan menyebut bahwa layanan kecerdasan buatan serta teknologi komunikasi internet telah menjadi elemen utama dalam merancang operasi teror dan melacak target pembunuhan.

“Kami menyarankan karyawan dari institusi-institusi ini untuk segera meninggalkan tempat kerja mereka demi melindungi nyawa mereka. Penduduk dalam radius satu kilometer dari perusahaan-perusahaan teroris ini di semua negara di kawasan juga didesak untuk mengungsi dan pindah ke lokasi yang aman,” lanjut pernyataan IRGC.

Ancaman ini muncul sebagai puncak eskalasi yang dimulai sejak 28 Februari 2026 ketika Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei dan sebagian besar pimpinan puncak Iran tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel.

Target utama Iran adalah kantor-kantor regional perusahaan AS yang berlokasi di negara-negara Teluk terutama Uni Emirat Arab serta fasilitas di Israel dan Bahrain, di mana perusahaan seperti Microsoft, Google, dan Amazon memiliki pusat data besar di Dubai dan Abu Dhabi.

Pada awal Maret 2026, drone Iran telah menyerang beberapa pusat data Amazon di UEA dan Bahrain sebagai peringatan awal.

Pemerintahan Presiden Donald Trump di Washington merespons ancaman ini dengan tegas, dengan seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa militer AS telah bersiap untuk menangkal serangan apa pun dari Iran.

“Pasukan AS sebelumnya dan sekarang telah siap untuk mencegah setiap serangan Iran. Fakta bahwa rudal balistik dan serangan drone dari rezim teror ini berkurang 90 persen adalah buktinya,” ujar pejabat tersebut.

Sebuah studi terbaru dari United Nations Development Programme (UNDP) yang dirilis 31 Maret 2026 memperingatkan bahwa perang yang dipicu oleh AS dan Israel terhadap Iran dapat menyebabkan kerugian ekonomi mencapai 194 miliar dolar AS bagi negara-negara Arab.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung