Berita, Timur Tengah

Iran Ngamuk di Selat Hormuz, Dua Kapal Ngeyel Ditembaki dan Disita?

Repelita.id

23 April 2026 15:37 WIB

Iran Ngamuk di Selat Hormuz, Dua Kapal Ngeyel Ditembaki dan Disita?
Foto: Istimewa

Repelita Selat Hormuz - Kemarahan Iran di Selat Hormuz mencapai puncaknya setelah dua kapal yang dianggap "ngeyel" atau membangkang langsung ditembaki kemudian disita oleh angkatan laut.

Peristiwa dramatis ini terjadi pada Rabu (22/4) waktu setempat ketika pemerintah Iran secara resmi mengumumkan penangkapan dua kapal kontainer yang berusaha keluar paksa dari teluk melalui jalur strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

Di tengah kebuntuan pembicaraan damai, Iran bukan hanya melepaskan tembakan peringatan tetapi benar-benar membredel kapal-kapal nekat yang mencoba melanggar aturan ketat yang diberlakukan.

"Dua kapal itu ngeyel dan memaksa keluar tanpa izin, maka langsung kami bredel dengan tembakan peringatan sebelum akhirnya kami sita," demikian pernyataan tegas dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Berdasarkan laporan Tasnim, operasi penyitaan dan pembredelan ini dilakukan langsung oleh angkatan laut IRGC yang siaga penuh di perairan sengketa.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa setiap kapal yang "ngeyel" dan mencoba melanggar garis merah akan mendapat perlakuan serupa tanpa kecuali.

Salah satu kapal yang disita adalah MSC Francesca berbendera Panama yang nekat berusaha kabur dari teluk pada dini hari.

Kapal kedua yang bernasib sama adalah Epaminondas berbendera Liberia yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran asal Yunani.

Kedua kapal tersebut dituduh beroperasi tanpa izin yang diperlukan serta memanipulasi sistem navigasi untuk menghindari radar pantai milik IRGC.

Kapal Epaminondas bahkan dilaporkan ditembaki sekitar 20 mil laut barat laut Oman hingga mengalami kerusakan parah pada bagian anjungan.

Menurut laporan Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris, kapal tersebut terkena tembakan dan granat berpeluncur roket dari kapal cepat IRGC.

Operator kapal, Technomar Shipping Inc, membenarkan terjadinya serangan tersebut namun bersyukur seluruh awak kapal berhasil selamat.

Sumber keamanan maritim menyebut kapal yang menyerang Epaminondas hanya diawaki tiga orang personil IRGC yang sangat terlatih dan agresif.

Nakhoda kapal juga melaporkan tidak ada komunikasi radio sama sekali sebelum serangan dilancarkan, meskipun kapal telah mengantongi izin melintas.

Kapal Epaminondas kini diperkirakan sedang diarahkan paksa menuju Bandar Abbas untuk menjalani proses investigasi lebih lanjut.

Sementara itu, MSC Francesca dilaporkan terkena tembakan sekitar delapan mil laut di barat Iran namun tidak mengalami kerusakan berarti.

Sebuah kapal ketiga bernama Euphoria berbendera Liberia juga sempat ditembaki di area yang sama karena mencoba ikut-ikutan kabur.

Namun kapal Euphoria berhasil melarikan diri dan melanjutkan pelayaran hingga mencapai Fujairah di Uni Emirat Arab tanpa mengalami kerusakan berarti.

Menurut sejumlah sumber intelijen maritim, ketiga kapal tersebut berusaha keluar dari Selat Hormuz secara beriringan pada dini hari dengan mematikan sistem navigasi.

"Kapal-kapal yang ngeyel dan tidak mau patuh akan kami bredel dan sita. Ini sudah kami peringatkan berkali-kali," tegas juru bicara IRGC.

Penyitaan besar-besaran ini menjadi yang pertama kali terjadi sejak tahun 2024 ketika Iran menangkap kapal kontainer MSC Aries di wilayah yang sama.

"Dengan adanya penyitaan terbaru ini memperjelas bahwa bahkan Selat Hormuz yang 'dibuka' pun tidak aman bagi pelaut, kapal, dan kargo," kata Peter Sand, kepala analis platform intelijen logistik Xeneta.

Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai jenis muatan yang dibawa oleh kapal-kapal nekat tersebut saat berusaha menerobos blokade Iran.

Menteri urusan maritim Montenegro, Filip Radulovic, mengonfirmasi adanya empat pelaut asal negaranya di kapal MSC Francesca dan memastikan mereka dalam keadaan aman.

"Negosiasi antara perusahaan pelayaran dan pihak Iran sedang berlangsung, dan otoritas negara terkait terus menjalin kontak dengan awak kapal," ujarnya.

IRGC menegaskan bahwa tindakan tegas terhadap kapal-kapal "ngeyel" ini akan terus berlanjut selama pihak asing masih mencoba melanggar kedaulatan perairan Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung