Berita, Timur Tengah

Iran Lenyapkan Dua Jet Tempur AS dalam Sehari: F-15E & A-10, Satu Pilot Diculik?

Repelita.id

04 April 2026 17:33 WIB

Iran Lenyapkan Dua Jet Tempur AS dalam Sehari: F-15E & A-10, Satu Pilot Diculik?
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Jumat, 3 April 2026, tercatat sebagai salah satu hari tergelap bagi Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) sejak Perang Iran dimulai pada 28 Februari, setelah dua jet tempur utama mereka dikonfirmasi jatuh dalam waktu yang hampir bersamaan.

Iran mengklaim telah berhasil menembak jatuh sebuah F-15E Strike Eagle milik Skuadron Tempur ke-48 yang berbasis di RAF Lakenheath, Inggris, di wilayah barat daya Iran tepatnya di pegunungan Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad.

ADVERTISEMENT

Dalam kejadian yang nyaris bersamaan, sebuah A-10C Thunderbolt II yang populer dengan julukan Warthog juga jatuh ke perairan Teluk Persia di dekat Selat Hormuz, menandai pertama kalinya pesawat berawak AS berhasil dijatuhkan di atas wilayah Iran sejak konflik meletus.

Insiden F-15E melibatkan dua awak yaitu seorang pilot dan seorang Perwira Sistem Senjata (WSO), di mana satu pilot berhasil dievakuasi oleh tim Penyelamatan Tempur AS menggunakan helikopter HH-60G Pave Hawk.

Namun, nasib sang WSO masih belum diketahui dan dinyatakan hilang karena diduga terpental di wilayah yang kini dikuasai oleh Iran.

Situasi semakin mencekam ketika Gubernur Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad mengumumkan hadiah sebesar 100 miliar Rial Iran atau sekitar Rp47 miliar bagi siapa pun yang berhasil menangkap pilot AS tersebut dalam keadaan hidup-hidup.

Stasiun TV lokal Iran bahkan menyiarkan gambar-gambar pesawat AS yang terbang rendah di wilayah pegunungan dan mengimbau warga sipil untuk mencari dan menyerahkan musuh kepada aparat.

Dalam pernyataan resminya, IRGC mengklaim bahwa pesawat tersebut telah hancur total dan pilot kemungkinan tidak selamat, meskipun klaim ini kontradiktif dengan bukti visual operasi penyelamatan udara AS yang masih berlangsung.

Sementara itu untuk pesawat A-10C Thunderbolt II yang jatuh di Teluk Persia, pilotnya yang sendirian berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat meskipun Iran mengklaim pesawat tersebut ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udaranya.

Operasi penyelamatan untuk kru F-15E tidak berjalan mulus karena sebuah helikopter HH-60G Pave Hawk yang dikirim dilaporkan terkena serangan, namun berhasil melakukan pendaratan darurat di seberang perbatasan Irak dengan seluruh awak selamat.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan pesawat C-130 Hercules AS mengisi bahan bakar helikopter HH-60 di ketinggian rendah di atas wilayah Iran, sebuah indikasi betapa sengitnya misi penyelamatan di jantung musuh.

Selain dua pesawat tempur yang jatuh, USAF juga mengalami serangkaian insiden darurat lainnya seperti KC-135R Stratotanker yang dua kali mengaktifkan kode darurat 7700 di dekat Tel Aviv dan sebuah F-16CJ yang mengirimkan sinyal darurat yang sama di atas Arab Saudi sebelum dilaporkan hilang dari pantauan radar.

Media Iran awalnya menggelembungkan klaim kemenangan dengan mengatakan telah menembak jatuh jet siluman F-35 Lightning II, namun bukti foto dari lokasi kejadian menunjukkan sirip ekor khas F-15E Strike Eagle, bukan F-35.

Seorang pejabat IRGC kemudian mengklarifikasi bahwa pesawat musuh yang berhasil dihancurkan adalah bagian dari skuadron Lakenheath yang merupakan basis F-15.

Kehilangan ini merupakan pukulan telak bagi superioritas udara AS karena menunjukkan bahwa pertahanan udara Iran, meskipun telah dibombardir habis-habisan, masih memiliki gigi yang berbahaya.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya mengklaim bahwa sistem pertahanan udara Iran telah runtuh, namun insiden pada Jumat tersebut secara efektif membungkam klaim tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung