Repelita New Delhi - Pemerintah Iran mengonfirmasi tatanan diplomasi Amerika Serikat saat ini melunak serta mulai menunjukkan sikap kooperatif untuk membuka kembali ruang perundingan bilateral.
Sinyal positif mengenai perubahan dinamika politik luar negeri tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Korps Diplomasi Teheran Abbas Araghchi di hadapan para koresponden media internasional.
ADVERTISEMENT
Araghchi mengutarakan bahwa otoritasnya telah menerima dokumen komunikasi susulan yang mengindikasikan ketertarikan Presiden Donald Trump guna menyudahi ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
"Yang dikatakan bahwa Amerika Serikat menolak proposal Iran atau tanggapan Iran terhadap proposal Amerika itu sudah beberapa hari yang lalu, ketika Tuan Trump mencuit dan mengatakan itu tidak dapat diterima," kata Araghchi, dikutip dari AFP.
"Tetapi setelah itu kami menerima pesan lagi dari Amerika yang mengatakan, mereka bersedia melanjutkan pembicaraan dan melanjutkan interaksi."
Pada kesempatan terpisah pemimpin tertinggi Gedung Putih tersebut sebetulnya sempat melontarkan peringatan keras mengenai batas toleransi kesabarannya yang kian menipis terhadap aktivitas pengayaan nuklir Teheran.
Nakhoda pemerintahan Washington tersebut mendesak jajaran pemerintahan Iran agar bergerak cepat menyelesaikan draf kesepakatan damai selagi tensi geopolitik kedua negara masih memanas.
"Saya tidak bisa jauh lebih sabar lagi," ujar Trump dalam wawancara di program Hannity dari Fox News, Kamis (14/5/2026) malam waktu setempat.
"Mereka harus membuat kesepakatan," lanjutnya.
Dalam sesi dialog penyiaran televisi tersebut sang presiden turut membeberkan pandangan strategisnya perihal ambisi Amerika Serikat dalam mengamankan cadangan material uranium milik Iran.
Ia menilai urgensi penguasaan komoditas energi berbahaya tersebut saat ini cenderung didorong oleh pembentukan opini publik global ketimbang mengacu pada ancaman stabilitas pertahanan.
"Saya rasa itu tidak perlu, kecuali dari sudut pandang hubungan masyarakat," kata Trump.
Kendati demikian taipan properti ini mengonfirmasi keinginan personalnya agar pemindahan material nuklir tersebut direalisasikan secepatnya demi menjamin rasa aman internal negerinya.
Di lain faksi kubu Teheran selaku penandatangan piagam traktat non-proliferasi kedirgantaraan internasional secara konsisten membantah tuduhan miring perihal ambisi memproduksi bom pemusnah massal.
Otoritas Iran bersikeras memegang hak kedaulatan mutlak untuk mengonversi teknologi nuklir mereka bagi kemaslahatan sipil domestik termasuk melanjutkan program pemurnian unsur uranium.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok