Berita, Timur Tengah

Iran Ancam Eksekusi Sandera AS-Israel jika Zionis Hukum Mati Tahanan Palestina

Repelita.id

02 April 2026 20:10 WIB

Iran Ancam Eksekusi Sandera AS-Israel jika Zionis Hukum Mati Tahanan Palestina
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Iran mengeluarkan ancaman balasan yang mengirimkan gelombang kejut ke Washington dan Tel Aviv dengan menyatakan bahwa jika rezim Zionis nekat mengeksekusi tahanan Palestina yang divonis hukuman mati, maka tahanan warga negara Israel dan Amerika Serikat yang saat ini ditahan di Iran, Lebanon, dan Irak akan menghadapi nasib yang sama.

“Iran dan poros perlawanan akan merespons dengan cara yang setimpal. Jika tahanan Palestina dieksekusi, tahanan Israel dan Amerika yang ditahan oleh kami dan sekutu kami akan menghadapi nasib yang sama,” demikian bunyi pernyataan yang dibawa oleh media beraliran Iran seperti dilaporkan MM News pada Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

Kata “kami dan sekutu kami” merujuk pada Republik Islam serta kelompok-kelompok dalam Poros Perlawanan (Axis of Resistance)—jaringan yang dipimpin Teheran mencakup Hizbullah di Lebanon dan milisi Syiah di Irak yang memiliki sejarah panjang dalam menahan warga asing sebagai alat tawar negosiasi.

Berdasarkan laporan Wall Street Journal per Maret 2026, setidaknya tiga warga Amerika diketahui masih ditahan di Penjara Evin Teheran termasuk Kamran Hekmati dan Reza Valizadeh, sementara pasangan suami-istri asal Inggris Craig dan Lindsay Foreman juga ditahan dengan tuduhan spionase.

Ancaman Republik Islam muncul sebagai respons terhadap langkah legislatif di Israel di mana para anggota parlemen dari faksi sayap kanan mengajukan proposal untuk memperluas penggunaan hukuman mati terhadap tahanan Palestina.

Pada akhir Januari 2026, Iran mengeksekusi Hamidreza Sabet Esmailpour di Penjara Qezel Hesar atas tuduhan mata-mata untuk Israel, menjadikan jumlah orang yang dieksekusi di Iran atas tuduhan terkait kerja sama dengan Israel sejak awal tahun 2025 mencapai setidaknya 20 orang.

Laporan PBB pada pertengahan Maret 2026 menyimpulkan bahwa serangan udara Israel terhadap Penjara Evin pada Juni tahun lalu merupakan kejahatan perang yang menewaskan lebih dari 70 orang.

Para analis melihat ancaman ini sebagai bagian dari perang bayangan (shadow war) yang lebih luas antara Israel dan Republik Islam, di mana setiap langkah yang diambil dapat memicu reaksi berantai yang merenggut nyawa para tahanan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok





TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung