Repelita Moskow - Juru bicara Komite Investigasi Rusia, Svetlana Petrenko, mengungkap bahwa keluguan generasi muda kini telah menjadi senjata baru dalam konflik global yang dimanfaatkan oleh dinas intelijen asing untuk merekrut remaja ke dalam aksi sabotase dan terorisme.
"Dinas intelijen dari negara lain terus melibatkan remaja dalam aksi sabotase dan terorisme menggunakan media sosial dan aplikasi perpesanan," ujar Petrenko seperti dikutip kantor berita TASS.
ADVERTISEMENT
Para perekrut memanfaatkan keluguan serta keterbukaan remaja terhadap dunia digital dengan melakukan pendekatan secara halus melalui platform komunikasi yang akrab dengan generasi muda.
"Para perekrut memanfaatkan keluguan remaja untuk melibatkan mereka dalam kejahatan berat," katanya.
Petrenko mengimbau orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak termasuk lingkungan sosial mereka di internet serta meningkatkan kesadaran akan risiko hukum dari keterlibatan dalam aktivitas ilegal.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok