Repelita [Jakarta] - Perbandingan pengelolaan keuangan negara pada paruh pertama masa kepemimpinan fiskal saat ini menunjukkan adanya tren perbaikan angka selisih negatif anggaran jika disandingkan dengan periode terdahulu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil menekan angka ketidakseimbangan kas hingga menyentuh kisaran ratusan triliun rupiah atau membaik tipis dari era kepemimpinan bendahara sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Capaian positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan pemasukan kas negara yang melesat tinggi didukung optimalisasi sektor perpajakan serta berbagai pos penerimaan resmi lainnya.
"Kinerja fiskal sepanjang semester pertama, menunjukkan tren semakin menguat. Pendapatan negara terus meningkat dari Rp574,9 triliun pada akhir Maret menjadi Rp 1.459,4 triliun pada akhir Juni," ungkap Purbaya.
Meski tingkat pengeluaran belanja turut mengalami eskalasi guna membiayai program strategis pusat dan daerah, pengelolaan pembiayaan dinilai berjalan secara lebih terukur.
"Dengan pendapatan yang tumbuh kuat, belanja produktif, dan pembiayaan dikelola secara terukur, defisit APBN tetap terkendali sebesar Rp196,5 triliun, atau 0,76 persen dari PDB. APBN-nya bagus, ekspansif dan mendukung pembangunan," tegasnya.
Situasi tersebut berbeda cukup kontras dengan kondisi keuangan paruh pertama tahun sebelumnya ketika kursi bendahara negara masih diduduki oleh Sri Mulyani Indrawati.
Kala itu, tekanan berat akibat pelemahan harga komoditas global serta pergeseran dividen badan usaha milik negara sempat memicu pelebaran angka selisih anggaran secara signifikan(*)
Editor: 91224 R-ID Elok