Berita, Viral Sosmed

Inayah Wahid Akui Lobi Pembebasan Aktivis Greenpeace yang Bentangkan Spanduk di Bundaran HI

Repelita.id

24 October 2026 13:28 WIB

Inayah Wahid Akui Lobi Pembebasan Aktivis Greenpeace yang Bentangkan Spanduk di Bundaran HI
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Tokoh aktivis lingkungan hidup Inayah Wulandari Wahid memberikan pernyataan mengejutkan mengenai demonstrasi yang baru-baru ini menyita perhatian publik di kawasan pusat kota.

ADVERTISEMENT

Anak kandung mantan Kepala Negara Republik Indonesia Abdurrahman Wahid tersebut mengonfirmasi keterlibatan dirinya secara tidak langsung dalam kampanye penyelamatan ekosistem tersebut.

Dirinya mengungkapkan pengakuan tersebut saat menghadiri sebuah forum diskusi keagamaan bertajuk Dialog Kebangsaan di wilayah Madura.

Pernyataan resmi itu disampaikan langsung di hadapan para santri dan pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa, Sumenep, Jawa Timur pada hari Kamis tanggal 22 Oktober 2026.

Melalui dokumentasi audio visual yang disebarluaskan, figur publik tersebut membeberkan posisinya di dalam struktur organisasi gerakan peduli lingkungan global itu.

“Saya ini adalah anggota Greenpeace yang kemarin, kalau Bapak Ibu tahu, yang kemarin lagi viral karena manjat apa? Patung HI, banner itu. Saya itu juga main, cuma bantunya itu untuk melobi,” ujar Inayah yang dikutip lewat tayangan di kanal YouTube PP. Annuqayah Lubangsa pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2026.

Anggota dewan perwakilan lembaga swadaya masyarakat tersebut mengklarifikasi bahwa perannya sama sekali bukan sebagai eksekutor yang memanjat tugu ikonik di Jakarta.

Langkah taktis yang dijalankannya adalah mengupayakan negosiasi dari jarak jauh demi membebaskan rekan-rekan aktivis lingkungan hidup yang sempat diamankan oleh aparat kepolisian.

Upaya mediasi itu terpaksa dikendalikan dari luar kota lantaran dirinya tidak sedang berada di lokasi kejadian ketika peristiwa demonstrasi itu berlangsung.

Sambil melontarkan candaan segar di hadapan para peserta seminar, wanita tersebut berseloroh mengenai kondisi fisiknya apabila dipaksakan menaiki tugu monumen.

“Saya juga kemarin cuma bantu ya untuk melobi bukan untuk terjun, karena kalau saya ikutan naik ke atas patung jelas patungnya ambrol. Jadi udah jelas saya gak mungkin naik,” tandasnya yang disambut tawa para hadirin.

Aksi pembentangan atribut kritik tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum evaluasi dua tahun berjalannya roda pemerintahan nasional yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sejumlah pegiat ekologi melakukan pemanjatan pada struktur Monumen Selamat Datang demi menyuarakan tuntutan krusial terkait kegagalan mitigasi kerusakan alam.

Beberapa poin tuntutan utama yang diangkat meliputi penanganan bencana ekologis, darurat kabut asap akibat kebakaran lahan, krisis perubahan iklim global, hingga lonjakan biaya kebutuhan pokok masyarakat. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung