Berita, Nasional

Humberto Verbita Sebut Pemblokiran Rekening Aktivis Pati sebagai Senjata Pemusnah Hak Sipil Rakyat

Repelita.id

24 August 2026 21:23 WIB

Humberto Verbita Sebut Pemblokiran Rekening Aktivis Pati sebagai Senjata Pemusnah Hak Sipil Rakyat
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pembekuan rekening Bank Mandiri milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Supriyono alias Mas Botok dinilai bukan sekadar sengketa perbankan biasa melainkan ancaman bagi kebebasan berpendapat.

Persoalan ini berawal dari pengakuan Bank Mandiri yang membekukan rekening penampung dana donasi logistik pendemo atas permintaan aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

Kritik tajam disampaikan pengamat Humberto Verbita melalui unggahan di grup Facebook Forum Pendidikan Politik Bangsa.

Humberto Verbita mempertanyakan independensi perbankan yang berstatus badan usaha milik negara sekaligus perusahaan terbuka.

Menurut Humberto Verbita, kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat secara tegas dijamin oleh UUD 1945 serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Humberto Verbita menegaskan bahwa pemblokiran rekening tidak boleh dilakukan secara sewenang-wenang hanya karena pemiliknya mengkritik kebijakan pemerintah.

Ia menilai pembatasan akses keuangan bagi pengkritik pemerintah menyerupai pola instrumen kontrol politik yang pernah terjadi di beberapa negara luar.

Humberto Verbita juga memperingatkan bahwa penyalahgunaan data finansial dan tindakan tanpa due process dipandang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan dan hukum.

Gelombang kemarahan publik atas sorotan Humberto Verbita tersebut turut terlihat di kolom komentar unggahan.

"Jangan buka tabungan disana," tulis akun Nomi Sujono.

Sentimen penolakan terhadap layanan bank pemerintah turut diungkapkan akun Wiwien Winarti.

"Alhamdulillah ga bagian dr nasabah Mandiri," tulis akun Wiwien Winarti.

Sindiran mengenai opsi penyimpanan uang lainnya disampaikan akun R Lana Maulana.

"Saatnya beralih ke bank emok," tulis akun R Lana Maulana.

Kekhawatiran akan dampak terhadap keberlangsungan bank diutarakan akun Apul Marbun.

"Bank mandiri diambang kehancuran," tulis akun Apul Marbun.

Hilangnya rasa percaya terhadap perbankan milik negara ditegaskan akun Ibraa Nugroho.

"Bank pemerintah ga ada yg bisa dipercaya," tulis akun Ibraa Nugroho.

Saran untuk mengalihkan dana ke lembaga keuangan lain disampaikan akun Arie Tabbies.

"pakai bank asing , bank pemerintah memang busuk," tulis akun Arie Tabbies.

Seruan boikot dan penarikan dana secara masif dilayangkan akun Pondok Aluy.

"Boikot Bank Mandiri, tarik semua dana. Pindahkan ke bank lain," tulis akun Pondok Aluy.

Kritik keras atas situasi kepemimpinan nasional disampaikan akun Yodi Qoerintji Rio.

"Negara sudah semakin kacau dan pejabatnya sesudah semakin brutal semenjak Jawi dan pwo jd Presiden," tulis akun Yodi Qoerintji Rio.

Imbauan penarikan tabungan kembali dipertegas oleh akun Luluk.

"Tarik aja uang tab atw deposito yg di mandiri..pindahin," tulis akun Luluk.

Rasa ketidakamanan masyarakat menyimpan dana di bank pemerintah disampaikan akun Mahmud Sarollah.

"Dana masyarakat tdk aman lagi di bank pemerintah klu begini," tulis akun Mahmud Sarollah.

Ungkapan kekecewaan mendalam ditutup oleh komentar singkat akun Aif Sarifpudin.

"Bangsat emang," tulis akun Aif Sarifpudin. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung