Berita, Viral Sosmed

Humberto Verbita Sebut Pembabatan Lahan Proyek Strategis Nasional di Papua Setara Ribuan Bom Atom Hiroshima

Repelita.id

15 May 2026 23:49 WIB

Humberto Verbita Sebut Pembabatan Lahan Proyek Strategis Nasional di Papua Setara Ribuan Bom Atom Hiroshima
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Seorang pegiat lingkungan bernama Humberto Verbita mengaku nyaris kehilangan akal sehat menyusul kegilaan proyek pembukaan lahan seluas 2,5 juta hektar di kawasan hutan Papua Selatan yang disebutnya setara dengan menjatuhkan ribuan bom atom di atas tanah adat.

Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Humberto menyebut dirinya merasa gila bersama Lusia Mery dan 13 lainnya menyaksikan skema pembabatan hutan primer untuk perkebunan sawit dan tebu yang dikemas sebagai Proyek Strategis Nasional.

ADVERTISEMENT

“PESTA BABI & 3.125 BOM ATOM HIROSIMA DIBUTUHKAN UNTUK MERATAKAN 2,5 JUTA HEKTAR HUTAN PAPUA SELATAN UNTUK PROYEK STRATEGIS NASIONAL: BENAR -BENAR PESTA BABI GILA,” tulis Humberto dalam cuitannya yang diunggah pada Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa film dokumenter Pesta Babi yang belakangan viral menjadi simbol perlawanan moral terhadap ancaman ekologis yang oleh para ilmuwan lingkungan disebut sebagai salah satu potensi bencana terbesar abad ini di kawasan Asia Pasifik.

Menurut Humberto, film tersebut mendokumentasikan secara gamblang konflik antara Proyek Strategis Nasional dengan suku-suku asli setempat, serta menyisakan pertanyaan ilmiah yang mengerikan.

Dalam analisisnya, Humberto mencoba menghitung secara matematis berapa besar energi yang dibutuhkan untuk meratakan hutan primer dan hutan rawa tertutup seluas 2,5 juta hektar agar siap ditanami tebu dan sawit.

Ia mengandaikan bahwa bom atom Hiroshima yang dijuluki Little Boy pada tahun 1945 memiliki daya ledak sekitar 15 kiloton TNT dengan radius kehancuran total sekitar 1,6 kilometer.

Melalui perhitungan luas area kehancuran efektif dengan rumus L = πr² atau 3,4 dikali (1,6 km) kuadrat, diperoleh angka sekitar 8 kilometer persegi per bom.

Dengan total area yang akan dibabat seluas 25.000 kilometer persegi, maka jumlah bom yang diperlukan untuk meratakan wilayah tersebut adalah 3.125 bom atom.

“Artinya, pembabatan 2,5 juta hektar hutan tropis Papua Selatan secara ekologis setara dengan menjatuhkan 3.125 bom atom Hiroshima di atas tanah Papua di bagian selatan: Wikaya Asmat, Wilayah Boven Digoel, Wilayah Mappi dan Wilayah Merauke,” tegas Humberto.

Ia menyebut perbedaan mendasar antara ledakan nuklir di Hiroshima dengan pembabatan hutan Papua terletak pada waktunya.

“Bedanya, ledakan nuklir di Hirosima menghancurkan dalam hitungan detik, sedangkan untuk pembabatan hutan di wilayah Papua Selatan menghancurkan perlahan namun permanen: mematikan sungai, memusnahkan kasuari, walabi, rusa, ikan air tawar, dan ribuan spesies endemik yang tidak ada di tempat lain di bumi,” urainya panjang lebar.

Humberto menekankan bahwa kehancuran ini bukan sekadar kehilangan pohon, melainkan keruntuhan sistem penyangga kehidupan secara menyeluruh.

Ia menjelaskan bahwa hutan rawa dan hutan hujan tropis Papua menyimpan karbon dalam jumlah raksasa, menghasilkan oksigen, menjaga siklus hujan, serta menstabilkan iklim regional hingga global.

Ketika jutaan hektar itu hilang, kata Humberto, dunia akan kehilangan salah satu benteng terakhir dalam perjuangan melawan krisis iklim.

Ia menyebut efek samping dari proyek ini bersifat apokaliptik, meliputi banjir ekstrem, kekeringan, peningkatan suhu, krisis pangan, konflik sosial, hingga hilangnya identitas masyarakat adat lintas generasi.

“Harga yang dibayar bukan hanya oleh orang Papua, tetapi oleh Indonesia dan dunia,” tegasnya.

Di akhir unggahannya, Humberto melontarkan pertanyaan sejarah yang sederhana namun mengerikan.

“Apakah manusia modern rela menciptakan kiamat ekologis demi proyek yang mungkin hanya berlangsung beberapa dekade, tetapi meninggalkan luka bumi selama ratusan tahun,” tulisnya.

Unggahan tersebut turut disertai dengan sejumlah tagar, di antaranya #pestababi, #pestababigila, #papuabukantanahkosong, #papuaselatan, #asmat, #mappi, #bovendigoel, dan #merauke.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung