Berita, Nasional

Heru Subagia Menduga Ada Operasi Politik dan Instruksi Presiden di Balik Penangkapan Roy Suryo Serta Dokter Tifa

Repelita.id

21 June 2026 20:49 WIB

Heru Subagia Menduga Ada Operasi Politik dan Instruksi Presiden di Balik Penangkapan Roy Suryo Serta Dokter Tifa
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia menilai penangkapan Roy Suryo serta Dokter Tifauzia Tyassuma oleh aparat kepolisian atas polemik ijazah Jokowi bukan sekadar perkara hukum biasa.

Ia menduga ada agenda besar yang menyertai eskalasi isu tersebut hingga menarik perhatian skala nasional di tengah situasi politik yang tengah bergejolak.

ADVERTISEMENT

"Kalau saya mencermati meledaknya isu ijazah Jokowi dengan penangkapan Roy Suryo dan mbak Tifa, ada dua hal yang ngeri-ngeri sedap," ujar Heru, Minggu, 21 Juni 2026.

Menurutnya, manuver tersebut sarat akan kepentingan strategis yang melibatkan kerja-kerja intelijen maupun langkah politik dari pihak-pihak tertentu.

"Baik yang dilakukan dengan operasi intelijen maupun operasi politik," tukasnya.

Heru melihat adanya keretakan di internal kelompok yang sebelumnya mendukung koalisi pemenangan pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini.

"Dalam konteks tuntutan reformasi jilid II, bahkan orang menyebutnya reformasi. Saya melihat dua pihak ini tidak lain adalah di internal pendukung atau bandarnya pemenangan Prabowo-Gibran," ucapnya.

Ia menyebut dinamika yang pecah kongsi ini memicu berbagai skenario eksekusi politik guna mengamankan konsolidasi di masing-masing kubu.

"Yang lebih unik, saat ini mereka sudah mulai pecah kongsi atau berantakan dalam upaya memperkuat konsolidasi politik. Hingga saat ini muncul skenario dan tindakan serta eksekusinya," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia memandang penahanan terhadap Roy dan Tifa merupakan wujud nyata dari bentuk intervensi hukum demi tujuan kekuasaan.

"Kasus ijazah Jokowi ini pada akhirnya ditimpali dengan penangkapan Roy Suryo dan Mbak Tifa adalah bagian intervensi politik dan hukum itu sendiri," timpalnya.

Heru turut menyoroti isu Reformasi Jilid II yang dianggapnya sebagai gerakan perlawanan terhadap kebijakan strategis di era Presiden Prabowo.

"Betul ada beberapa kepentingan isu bahwa tuntutan reformasi jilid II lebih kepada upaya yang lebih serius melawan bahkan membatalkan kebijakan strategis Prabowo," tuturnya.

Ia pun menduga adanya keterlibatan kekuatan partai politik di balik aksi-aksi demonstrasi mahasiswa yang gencar menuntut perubahan pemerintahan saat ini.

"Tindakan mahasiswa diduga ada partai terlibat dalam hal ini PDIP dalam menjatuhkan pemerintahan Prabowo-Gibran," bebernya.

Mengenai hubungan antara Jokowi dan Prabowo, Heru meyakini ada kalkulasi politik yang sedang dimainkan untuk menjaga posisi masing-masing pihak.

"Jokowi mempunyai kepentingan sangat panjang dan sistematis untuk mempertahankan kekuasaan dan pengaruhnya," jelas Heru.

Ia pun tidak menampik kemungkinan adanya campur tangan Presiden Prabowo dalam proses hukum yang kini tengah berjalan menimpa para pengkritik Jokowi.

"Saya juga menduga Prabowo terlibat atau mengintruksikan kepada penegak hukum agar menangkap dan mengadili proses ijazah Jokowi ini," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung