Repelita Jakarta - Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Prof Henri Subiakto menyoroti posisi Indonesia dalam upaya mediasi konflik Timur Tengah dengan menyebut Pakistan lebih dipercaya oleh Amerika Serikat, Israel, dan Iran untuk menjadi juru damai dibanding negara yang dipimpin oleh seorang presiden yang disebutnya omon-omon.
“Mengapa Pakistan lebih dipercaya oleh AS, Israel dan Iran dari pada Indonesia untuk jadi mediasi damai mereka?” ujar Henri dalam keterangannya pada Selasa (31/3/2026).
ADVERTISEMENT
Ia menilai bahwa meskipun Presiden Prabowo Subianto sejak awal perang telah mengajukan diri untuk mendamaikan konflik di kawasan Timur Tengah, realitas diplomatik menunjukkan Pakistan justru dinilai lebih siap dan konkret dalam menjalankan peran tersebut.
“Padahal kita tahu Presiden Indonesia Prabowo Subianto sudah sejak awal perang mengajukan diri untuk mendamaikan konflik di kawasan Timur Tengah ini. Bahkan sempat akan terbang langsung ke Teheran,” sebutnya.
Henri menyebut Pakistan dipandang lebih sesuai karena dianggap mampu bergerak cepat sekaligus menawarkan proposal yang relevan, sementara tawaran Indonesia disebut masih bersifat deklaratif.
“Tetapi nampaknya Pakistan dianggap lebih cocok, lebih cepat dan lebih konkret dalam mengeksekusi peran hingga menyodorkan proposal yang relevan. Untuk Indonesia masih tetap bisa berperan, tapi lebih tepatnya di forum yang lain yang tidak langsung,” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa mediasi internasional tidak hanya bergantung pada niat baik tetapi juga faktor strategis seperti akses diplomatik, kepercayaan, kepentingan langsung, dan kemampuan mengeksekusi.
“Persoalan mediasi internasional memang bukan soal siapa yang paling tulus atau paling besar populasinya, tapi lebih terkait dengan siapa yang paling punya akses, kepercayaan, kepentingan langsung, dan kemampuan mengeksekusi,” terangnya.
Henri menegaskan bahwa Pakistan memiliki segalanya di mata Iran dan AS saat ini dibandingkan Indonesia, sehingga dalam jalur mediasi langsung Pakistan masih lebih dipercaya dibanding negara yang dipimpin presiden omon-omon.
“Misalnya di konferensi OKI atau ASEAN, sedang untuk jalur langsung saat ini, Pakistan masih lebih dipercaya dibanding negara yang dipimpin Presiden omon-omon,” kuncinya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok