Berita, Nasional

Hendropriyono Bantah Isu Pangkopassus Tampar Seskab Teddy: Itu Hoaks, Nggak Pernah Terjadi "Jangan Kejamlah Kita…"

Repelita.id

23 April 2026 22:27 WIB

Hendropriyono Bantah Isu Pangkopassus Tampar Seskab Teddy: Itu Hoaks, Nggak Pernah Terjadi "Jangan Kejamlah Kita…"
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono angkat suara terkait isu penamparan terhadap Seskab Teddy Indra Wijaya oleh Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi.

“Itu informasi nggak bener itu. Kita lagi zaman begini, mesti ngerti dong, itu kan hoax itu,” kata Hendropriyono dikutip dari akun Instagram pribadinya @amhendropriyono pada Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

“Nggak bener. Nggak pernah ada kejadian seperti itu. Nggak pernah,” tambahnya dengan tegas membantah kabar yang beredar luas di media sosial.

Ia menjelaskan bahwa lingkungan pemerintahan saat ini merupakan lingkungan yang profesional sehingga tidak mungkin terjadi tindakan kekerasan seperti yang dituduhkan.

“Saya kira kita semua paham ya, bahwa dalam lingkungan yang profesional dan penuh kehormatan, tidak mungkin terjadi tindakan seperti itu. Nggak bener,” ujar Hendropriyono meyakinkan publik.

Apalagi, kata mantan Kepala BIN tersebut, isu penamparan itu melibatkan nama Teddy Indra Wijaya yang sedang menapaki karir cemerlang di pemerintahan.

“Apalagi terhadap Teddy, seorang yang sedang menapaki karir yang cemerlang begitu,” ucap Hendropriyono menggambarkan sosok Seskab yang dinilai memiliki masa depan cerah.

Ia meminta agar tidak ada lagi informasi yang sengaja dibuat dan disebarkan untuk tujuan mematikan karir seseorang di kemudian hari.

“Jangan coba-coba gitu. Jangan kejamlah kita, membunuh perdata begitu. Nggak bagus. Moral dan etika bangsa kita turun temurun dari orang tua nggak ada itu. Jadi nggak bener itu,” terangnya dengan nada kesal.

Sebelumnya, akun Instagram resmi Kopassus @penkopassus juga telah melabeli informasi penamparan Teddy sebagai hoaks atau berita bohong.

Akun pasukan baret merah tersebut mengunggah dua kali label hoaks secara berturut-turut pada Selasa (21/4/2026) siang sebagai bentuk klarifikasi.

"Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana, narasi ini mengklaim adanya keributan Pangkopassus dan pihak protokoler," demikian keterangan dari @penkopassus.

Akun resmi Kopassus tersebut menegaskan bahwa informasi yang beredar tentang penamparan itu tidak benar dan hanya karangan tidak bertanggung jawab.

“Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid, informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara," terang pernyataan dari Kopassus.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi langsung dari Letjen TNI Djon Afriandi selaku Pangkopassus yang disebut-sebut sebagai pelaku penamparan.

Begitu pula dengan Teddy Indra Wijaya selaku korban yang dikabarkan menerima tamparan juga belum memberikan respons resmi kepada publik.

Informasi yang kemudian dilabeli hoaks oleh berbagai pihak tersebut awalnya disebarkan oleh akun Threads @retailman69 dengan narasi yang sangat panjang dan detail.

Akun tersebut mengklaim mendapat informasi dari seseorang di lingkaran dalam istana yang menyaksikan langsung kejadian penamparan tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung