Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Video Amien Rais “Jauhkan Istana dari Skandal Moral” Mendadak Hilang di YouTube

Repelita.id

02 May 2026 22:34 WIB

[HEBOH] Video Amien Rais “Jauhkan Istana dari Skandal Moral” Mendadak Hilang di YouTube
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Video kontroversial berjudul “JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL” yang diunggah di kanal YouTube Amien Rais Official pada Kamis (30/4/2026) mendadak tidak dapat diakses oleh pengguna internet di Indonesia pada Sabtu (2/5/2026) pagi, memicu spekulasi luas di media sosial.

Saat diklik, tautan video tersebut menampilkan pesan bahwa konten tidak tersedia atau diblokir, tanpa penjelasan resmi dari pihak YouTube maupun pemerintah mengenai penyebab hilangnya video tersebut dari peredaran.

ADVERTISEMENT

Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, yang juga merupakan menantu Amien Rais, buka suara untuk memberikan klarifikasi bahwa pihak keluarga dan tim media Amien Rais sama sekali tidak menghapus video tersebut secara mandiri.

"Adapun video yang diunggah, tidak pernah di-takedown. Informasi dari tim media Pak Amien Rais, akses terhadap video tersebut telah dibatasi, sehingga tidak dapat diputar di Indonesia, karena ada keluhan hukum dari pemerintah Indonesia, sebagaimana tertulis pada tangkapan layar jika kita mengakses link video YouTube tersebut," ujar Ridho saat dihubungi pada Sabtu (2/5/2026).

Ridho menjelaskan bahwa narasi yang disampaikan Amien Rais dalam video yang viral itu sebenarnya merupakan bentuk penyampaian kegelisahan yang sudah berkembang luas di tengah masyarakat.

"Kalau kita amati, sesungguhnya apa yang disampaikan oleh Pak Amien Rais tersebut, sudah banyak beredar di masyarakat. Adapun yang disampaikan Pak Amien sebenarnya menyuarakan kegelisahan tersebut dalam bahasa yang lugas sebagaimana ciri khas beliau," tambahnya.

Ia menilai sikap kritis Amien Rais bukanlah hal baru, melainkan konsistensi yang sudah ditunjukkan sejak era Orde Baru sebagai bentuk kepedulian terhadap negeri ini dan terhadap sahabat lamanya, Presiden Prabowo Subianto.

"Ini adalah bentuk kepedulian dan kecintaan beliau terhadap negeri ini dan Pak Prabowo sebagai sahabat lamanya. Rekam jejak kritis dan keberanian beliau sudah kita saksikan bersama sejak zaman orde baru," lanjut Ridho.

Atas dasar pembatasan akses tersebut, Ridho yang juga seorang ahli IT melontarkan pertanyaan balik kepada pemerintah.

"Jadi pertanyaan terkait take down, lebih tepat dialamatkan ke Pemerintah Indonesia, mengapa video tersebut harus dibatasi di Indonesia," tandasnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam pernyataan resmi melalui akun Instagram @kemkomdigi menegaskan bahwa video tersebut mengandung narasi fitnah, pembunuhan karakter, dan serangan personal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

"Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah serta mengandung ujaran kebencian. Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa," tegas Meutya.

Pemerintah memastikan akan mengambil langkah hukum tegas sesuai dengan undang-undang yang berlaku terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan maupun distribusi video tersebut, merujuk pada UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan Pasal 28 (2).

Sikap berbeda justru datang dari internal Partai Ummat, di mana Ketua DPP Partai Ummat, Aznur Syamsu, menegaskan bahwa pernyataan Amien Rais bersifat pribadi dan tidak ada kaitannya dengan sikap resmi partai.

"Itu pernyataan pribadi Pak Amien, tidak ada kaitannya dengan Partai Ummat. Kami dari Partai Ummat, menyayangkan pernyataan seperti itu dari Pak Amien Rais, apalagi beliau seorang tokoh, paling tidak pernah menjadi tokoh," ujar Aznur.

Ia bahkan menyebut bahwa pernyataan tersebut telah melampaui batas dengan istilah "off side" atau tidak pada tempatnya karena tidak relevan dengan persoalan bangsa dan negara saat ini.

Relawan Presiden Prabowo yang tergabung dalam Arus Bawah Prabowo (ABP) juga menyatakan akan menempuh langkah hukum atas pernyataan yang dinilai sebagai tuduhan keji tanpa dasar.

Ketua DPP ABP Supriyanto menegaskan, "Ucapan Amien Rais bentuk serangan personal yang serampangan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ini bukan lagi kritik, melainkan tuduhan keji tanpa dasar yang dipaksakan menjadi seolah-olah kebenaran."

Meskipun video utama telah menghilang dari YouTube Indonesia, potongan-potongan video dan tangkapan layar pesan pembatasan akses tersebut tetap beredar luas di berbagai platform media sosial seperti X (Twitter), Instagram, dan TikTok hingga berita ini diturunkan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung