Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Tolak Setor Pungli Penjaga Loket Wanita Di Terminal Bangkalan Dianiaya Preman Hingga Alami Luka Lebam

Repelita.id

19 May 2026 22:46 WIB

[HEBOH] Tolak Setor Pungli Penjaga Loket Wanita Di Terminal Bangkalan Dianiaya Preman Hingga Alami Luka Lebam
Foto: Istimewa

Repelita Bangkalan - Jagat maya dihebohkan oleh tayangan audiovisual amatir yang merekam tindakan penganiayaan fisik terhadap seorang karyawati penyedia jasa transportasi bus di pulau madura.

Korban yang mengalami luka lebam di bagian kepala langsung menempuh jalur hukum dengan mendatangi markas kepolisian resor setempat seraya melampirkan berkas pemeriksaan medis kedokteran sebagai alat bukti otentik.

ADVERTISEMENT

Insiden pemukulan tersebut menimpa seorang petugas administrasi tiket kedatangan bus umum setelah situasi di area ruang tunggu mendadak berubah menjadi ajang adu jotos antarkelompok.

Akar permasalahan disinyalir bermula dari kesalahpahaman sengketa perebutan calon penumpang luar kota yang melibatkan ahli waris korban dengan pihak operator armada angkutan kompetitor.

Melihat pertikaian yang semakin tidak terkendali perempuan paruh baya tersebut berinisiatif meredam emosi sang anak dengan cara memeluknya erat agar terhindar dari kontak fisik luar batas.

Namun nahas saat fokus menenangkan situasi sebuah hantaman keras dari arah belakang mengenai tempurung kepala korban yang dilayangkan oleh oknum premanisme penguasa wilayah terminal setempat.

Situasi sempat kembali memanas akibat aksi sepihak tersebut sebelum akhirnya dilerai secara ketat oleh jajaran dinas perhubungan bersama petugas keamanan internal yang bersiaga di lokasi kejadian.

Dalam keterangannya kepada penyidik pembantu korban membeberkan fakta bahwa motif serangan brutal tersebut diduga kuat berlatar belakang rasa dendam lama akibat penolakan setoran uang liar.

"Saya takut terjadi perkelahian, saya pegang anak saya, saya lerai takut terjadi perkelahian. Waktu saya megang anak saya dari belakang, langsung saya dipukul sama preman yang namanya Hamsi gitu. Karena agen yang enggak mau bayar preman itu makanya saya itu dimusuhi sama Hamsi itu," kata Diana.

Keputusan tegas dari pihak pengelola agen karcis untuk tidak menuruti praktik pungutan wajib ilegal secara berkala disinyalir memicu kemarahan oknum pelaku hingga berujung pada tindakan anarkis.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung