Repelita Jakarta - Kehadiran pengamat politik Rocky Gerung sebagai pembicara pamungkas membetot perhatian peserta Diskusi Politik dan Kebebasan Akademik di UIN Jakarta pada Kamis (23/4/2026).
Acara yang digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta tersebut mengusung tajuk kontroversial "Kenapa Presiden Perlu Dijatuhkan".
ADVERTISEMENT
Rocky memulai paparannya dengan sebuah pertanyaan jenaka yang langsung menyedot perhatian seluruh audiens.
Ia bertanya kepada peserta, siapa yang lebih berbahaya di antara dua orang sambil menunjuk foto Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang terpasang rapi di Auditorium Prof. Dr. Bahtiar Effendy.
"Yang harus diturunkan adalah sebelah kiri," kata Rocky seraya menunjuk foto Gibran.
Pernyataan tersebut langsung disambut dengan gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari para peserta diskusi.
"Kenapa? Karena fotonya miring," sambungnya dengan nada canda yang kembali mengundang gelak tawar para hadirin.
Diskusi tersebut turut menghadirkan Guru Besar Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Saiful Mujani.
Nama Saiful Mujani belakangan ini memang tengah menyedot sorotan publik karena dilaporkan dalam kasus dugaan makar dan penghasutan.
Acara yang penuh dinamika ini dipandu oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi.
Suasana diskusi berlangsung hangat namun tetap dalam koridor akademik yang santai.
Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi yang menghadirkan narasumber-narasumber kawakan di bidang politik.
Tidak ada insiden berarti selama acara berlangsung meskipun tema yang diangkat cukup sensitif bagi sebagian kalangan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok