Repelita Jakarta - Pernyataan Presiden dalam pidato terbaru pada 7 September 2026 mengenai keluhan sakit perut dan dugaan keracunan makanan kembali menjadi perhatian publik.
Dalam unggahan akun Threads @presiden_netizen_indonesia1 pada 7 September 2026, ditampilkan bagian pidato Presiden yang membahas kondisi orang yang mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan.
ADVERTISEMENT
“Ada yang bilang mereka keracunan, ya namanya sakit perut itu biasa sebetulnya”
Presiden kemudian mengaitkan kemungkinan sakit perut dengan kebiasaan makan di luar maupun kondisi kebersihan saat mengonsumsi makanan.
“makan diwarung sering, saya makan di rumah aja sering salah makan. kadang kurang bersih cuci tangan”
Potongan pernyataan tersebut kemudian mendapat beragam respons dari pengguna Threads yang menghubungkannya dengan polemik keamanan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Akun @tutorialhidub menanggapi pernyataan tersebut dengan komentar, “Dia yg bikin program, dia yg nyalahin korban. Lucunya lucunya”
Sementara akun @csj.hlm menyoroti perbedaan antara sakit perut biasa dengan kejadian yang dialami banyak orang setelah mengonsumsi makanan yang sama.
“Sakit perut itu biasa Pak. Sakit perut berjamaah abis makan makanan yang sama itu GA WAJAR”
Komentar bernada keras juga muncul dari akun @jibrilieuz_mr84 yang menyinggung banyaknya keluhan masyarakat terkait pelaksanaan MBG.
“Baru kali ini punya presiden koq GOBLOK banget ya. Keluhan masyarakat udah banyak soal MBG tapi bukan nya diperbaiki malah disangkal terus dengan argumen2 murahan”
Akun @nrrsyah1220 turut mempertanyakan posisi masyarakat ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan program pemerintah.
“Rakyat terus yg disalahin pak, jadi gunanya negara ini apaaaaa”
Kritik lainnya disampaikan akun @iniminimanimoyea melalui komentar singkat yang menyinggung soal penyimpangan.
“Tidak boleh ada penyimpangan, padahal dia menyimpang hm”
Akun @pedjuoeangretjeh kemudian membandingkan angka penerima manfaat dan jumlah korban keracunan yang disebut dalam komentarnya.
“Penerima manfaat 10jt orang, korban keracunan 50rb orang,. DETAIL JUMLAH KORBAN Menurut warga Threads itu 0,5% Menurut Pak Pemerintah itu 0,000%
Saya semakin yakin 10+6 = 17”
Komentar bernada kecaman juga ditulis akun @cakdo27 dengan menyinggung laporan mengenai siswa yang mengalami keracunan.
“Bajingan bebal bnget bangsat Udah ratusan siswa yg keracunan masih bilang biasa Iblis emng bangsat”
Sementara akun @faradibaftr_ memberikan tanggapan singkat terhadap alasan mengenai sakit perut yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.
“Salah makan salah makan, leher lu salah bantal”
Rangkaian komentar tersebut menunjukkan munculnya perdebatan di ruang publik mengenai cara pemerintah merespons laporan gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan konsumsi makanan dalam pelaksanaan MBG.
Potongan pidato yang beredar di media sosial itu menjadi bahan perbincangan warganet, terutama terkait persoalan keamanan makanan dan penanganan keluhan penerima manfaat.
Adapun komentar warganet merupakan pandangan pribadi masing-masing pengguna dan tidak dapat dijadikan sebagai kesimpulan mengenai penyebab maupun jumlah pasti kasus keracunan yang terjadi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads
View on Threads