Repelita [Jakarta] - Gelombang kritik publik terus mengalir deras menyasar kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa.
Perbincangan hangat mengenai fenomena penyampaian aspirasi dan kritik masyarakat di media sosial diunggah akun Threads @reresdio pada 22 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
"Nanti deh aku maki-maki Anies kalau Anies gak becus jadi presiden. Aku juga bakal maki-maki Ganjar kalau kerjanya gak bener atau bikin program aneh-aneh. Tapi berhubung yg jadi presiden Prabowo dan kerjanya lelet banget, gak ngerti skala prioritas, npd, tone deaf, denial, ya yang aku maki-maki Prabowo lah." tulis akun @reresdio meluapkan pandangannya.
Unggahan tersebut mendulang respons luas dari warganet yang menyuarakan pentingnya fungsi kontrol sosial terhadap penguasa.
Akun @nidaaadilah menilai kondisi pemerintahan saat ini minim oposisi sehingga suara masyarakat sulit diakomodasi.
"Minusnya rezim sekarang tuh minim oposisi. Semuanya kebagian jatah. Kita rakyat susah bersuara, gaada yg bela." tulis akun @nidaaadilah di kolom komentar.
Sikap kritis yang murni ditujukan pada kebijakan pemerintah tanpa melihat figur kepala negara disuarakan oleh akun @mpokfidzif.
"Gw dulu milih SBY pas jd presiden, pas dia dibully ya biasa aja, klo emang ada kebijakan yg nyeleneh ya wajar di kritik. Heran d dari era mulyono fans nya tolol2 bgt, muja2 udh kek Nabi." sindir akun @mpokfidzif.
Penegasan bahwa sasaran kritik sudah seharusnya ditujukan kepada pejabat yang sedang memegang kekuasaan disampaikan oleh akun @tiaracahyaningtyas_.
"INI LOH MAKSUDNYA WARGA 02, PRESIDENNYA PRABOWO, YA KITA NGAMUK KE PRABOWO LAAAH. Ya dipikir kita gila apa ngamuk ke aniss? Ke ganjar? Ga nyambung gila luuuu." tegas akun @tiaracahyaningtyas_.
Pandangan serupa mengenai kewajiban rakyat untuk mengawal jalannya roda pemerintahan diutarakan oleh akun @dnr_1227.
"Bener! Siapapun pemerintah nya bakal tetap kita kritik. Bukan cuma dia doang, dulu ibu mega juga di kritik kalo ada kebijakan yg nyeleneh. Pak SBY juga kena kritik pedas pas kasus hambalang, cuma tiba2 dijaman owi dan wowo tiba2 kalo mengkritik mereka dikatain anak abahðŸ˜ðŸ˜ padahal gak gitu konsepnya. Kita rakyat emang harus kritik sama kebijakan pemerintah, gak peduli dia siapa" terang akun @dnr_1227 panjang lebar.
Sorotan terhadap perilaku para pendukung fanatik di media sosial turut dikritik oleh akun @dindasann.
"Indonesia bukan cuma tentang anies, janggar, praboro ya buzzer buzzer edan. Siapapun yg jadi presiden kalo banyak kinerja nya yg melenceng pasti rakyat akan teriakin. Siapapun presiden nya. Fokus sama jabatan & tugas nya, bukan orang nya." jelas akun @dindasann.
Sikap tidak bergeming atas kepemimpinan presiden juga ditegaskan oleh akun @anne.elka79 terkait rekam jejak masa lalu.
"Maaf ya kalau Prabowo big No ga liat orangnya..apalagi utk saya ditahun 98, kalau urusan sudah pernah menyakiti manusia, gak respect sama sekali" tulis akun @anne.elka79 menanggapi.
Deretan reaksi warganet ditutup oleh akun @bellaholmsd yang menekankan bahwa evaluasi kinerja presiden adalah hal wajar bagi publik.
"Anies pas jadi gubernur dan bikin getah getih di bundaran HI dan ngabisin 500juta aja gue maki-maki. Ganjar waktu gue kepanasan di Surabaya dan susah cari transum aja gue maki-maki. Ya emang gitu gak sih, makanya lucu banget ini buzzer pada mempertanyakan kenapa maki-maki presiden. Ya karena gak becus anjir, pake nanya, segala ngatain barisan sakit hati." pungkas akun @bellaholmsd.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads