Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Pameran Patung Wanita di Madinah Tuai Kritik Pedas Karena Dinilai Tabrak Pakem Syariat Islam

Repelita.id

04 August 2026 22:48 WIB

[HEBOH] Pameran Patung Wanita di Madinah Tuai Kritik Pedas Karena Dinilai Tabrak Pakem Syariat Islam
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelaran seni internasional Desert X AlUla yang berada di wilayah administrasi Madinah Arab Saudi mendadak menuai kritikan tajam dan sorotan publik luas.

Ajang berskala global tersebut memicu polemik hebat setelah memamerkan instalasi patung berbentuk tubuh wanita secara terbuka.

ADVERTISEMENT

Kehadiran karya seni visual berwujud figuratif manusia itu dinilai mencederai prinsip dasar serta norma tradisi seni Islam yang dijunjung tinggi di wilayah Tanah Arab.

Karya patung wanita berwarna biru mencolok yang diberi nama Najma tersebut merupakan ciptaan Lita Albuquerque seorang seniman asal Santa Monica Amerika Serikat berdarah Yahudi.

Instalasi seni yang menggambarkan sosok perempuan dalam posisi duduk bermeditasi tersebut diletakkan di atas hamparan batuan raksasa kawasan Wadi AlFann AlUla.

Penampilan wujud fisik wanita di wilayah Madinah tersebut memantik kemarahan kelompok masyarakat konservatif karena dianggap mengabaikan nilai-nilai keagamaan lokal.

Aturan ketat dalam tradisi seni rupa Islam melarang keras penggambaran figuratif makhluk bernyawa guna mencegah timbulnya kemusyrikan serta menjaga teologi.

Langkah penyelenggara memajang instalasi manusia di oasis kuno AlUla dipandang melanggar norma keagamaan yang dipelihara selama ribuan tahun di Jazirah Arab.

Di tengah gempuran kritik yang mengalir deras Lita Albuquerque membela hasil karyanya yang dipandang merusak norma Islam.

Seniman asal AS tersebut mengklaim bahwa kehadiran instalasi figuratif wanita ini merupakan pencapaian penting yang berhasil diterima masyarakat setempat.

Albuquerque mengungkapkan patung Najma membawa narasi puitis tentang astronot fiktif yang hadir ke bumi untuk membagikan pengetahuan global.

Pihak panitia turut menegaskan bahwa belasan karya yang dipamerkan bertujuan mempererat hubungan antarbudaya serta memajukan kawasan AlUla.

"Ini adalah momen bersejarah. Pintu akhirnya terbuka untuk kolaborasi seperti ini yang menyatukan seniman internasional, Timur Tengah, dan Arab Saudi. Ini bersejarah, bukan hanya karena figur ini ditampilkan, tetapi karena karya ini diterima," ujar Albuquerque. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung