Berita, Nasional

[HEBOH] Modus Penipuan Segitiga Catut Program Makan Bergizi Gratis Di Tangerang Selatan Rugikan Vendor Puluhan Juta Rupiah

Repelita.id

02 June 2026 16:33 WIB

[HEBOH] Modus Penipuan Segitiga Catut Program Makan Bergizi Gratis Di Tangerang Selatan Rugikan Vendor Puluhan Juta Rupiah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aksi kriminal dengan mencatut nama agenda strategis nasional kembali terjadi dan menyasar pelaku usaha mikro di kawasan penyangga ibu kota.

Modus kejahatan kali ini memanfaatkan momentum sosialisasi program pangan terpadu untuk menggelapkan ratusan unit perlengkapan pesta.

ADVERTISEMENT

Pihak berwajib kini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap dalang utama yang mengendalikan jaringan manipulasi perdagangan tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq memaparkan bahwa tindak pidana ini berawal dari interaksi digital antara korban dengan seorang oknum.

Komunikasi yang terjalin melalui aplikasi pesan singkat tersebut berisi pengajuan kerja sama sewa logistik dalam jumlah besar.

Kebutuhan berupa ratusan tempat duduk serta mesin pendingin udara diklaim akan dipergunakan untuk menyelenggarakan forum penyuluhan masyarakat.

"Korban pelapor ini mengirimkan sesuai dengan order ke alamat yang dituju, ke salah satu aula mahasiswa yang ada di Jalan Semanggi, Kelurahan Cempaka Putih, sesuai dengan yang di-request," ujar Bambang di Mapolsek Ciputat Timur, Tangsel, Senin (1/6/2026).

Kesepakatan awal mengenai biaya administrasi sewa disetujui untuk diselesaikan melalui mekanisme transfer elektronik pasca-seluruh logistik tiba di lokasi.

Akan tetapi, janji pelunasan dana pada sore hari pasca-distribusi barang tidak kunjung terealisasi oleh pihak pemesan.

Kecurigaan pemilik usaha semakin menguat setelah akses komunikasi diputus secara sepihak oleh pelaku, sementara forum penyuluhan tidak pernah terselenggara.

Berdasarkan hasil pelacakan, seluruh aset yang berada di lokasi penampungan sementara ternyata langsung dilempar ke pasar sekunder dengan harga miring.

Iklan penjualan barang bekas tersebut kemudian menarik minat seorang konsumen yang berdomisili di wilayah perbatasan kota administratif tetangga.

Proses pemindahan material dari lokasi awal menuju kediaman konsumen baru dilakukan secara bertahap menggunakan jasa kurir digital.

"Dari 170 kursi, yang diambil 120 kursi dan tiga blower sesuai dengan orderan dari pembeli selanjutnya," kata Bambang.

Lembaga kepolisian menegaskan bahwa pihak konsumen akhir bertindak atas iktikad baik tanpa mengetahui status hukum barang yang ditransaksikan.

"Jadi saat ini pembeli kami jadikan sebagai saksi dan akan membuat laporan kembali terkait dengan peristiwa yang menimpa dirinya," kata dia.

Laporan resmi dari pemilik usaha logistik pengantin ini sebenarnya telah terbit sejak akhir bulan April lalu guna memulai tindakan kepolisian.

Tim siber dan reserse kriminal berhasil mengidentifikasi titik koordinat keberadaan material yang sempat hilang di wilayah luar daerah hukum asal.

Meski sebagian besar aset berhasil disita kembali untuk diserahkan kepada pemiliknya, total taksiran kerugian operasional ditaksir tetap membengkak.

Aparat penegak hukum mengindikasikan bahwa pola yang digunakan merupakan teknik manipulasi sirkuler yang mempertemukan dua pihak tanpa interaksi langsung.

"Saat ini pelaku utamanya ini masih dalam proses penyelidikan. Insyaallah dan doakan kami ini bisa segera terungkap pelaku utama di balik dalang dari penipuan segitiga ini," ucap dia.

Penyelidikan mendalam juga menguak adanya beberapa pelaku usaha sejenis yang sempat dihubungi oleh jaringan yang sama, namun transaksi gagal berlanjut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung